palestina vs israelGazaCity, LiputanIslam.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik seruan pemerintah Mesir supaya Palestina dan Israel segera menerapkan gencatan senjata. Kantor berita resmi Palestina, Maan, melaporkan bahwa Presiden Abbas Selasa (15/7) mengapresiasi seruan Kairo untuk gencatan senjata yang dilansir Senin (14/7) pasca kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ke Mesir tersebut.

Abbas meminta semua faksi pejuang Palestina agar menerima seruan tersebut demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Dia berharap gencatan senjata akan membantu proses kemerdekaan Palestina.

Dalam seruan itu dinyatakan bahwa Israel harus konsisten untuk tidak melancarkan operasi militer lagi, baik udara, laut dan darat ke wilayah Jalur Gaza serta berhenti membantai warga sipil yang tak berdaya. Sedangkan untuk pihak Palestina diserukan supaya semua faksi militan Palestina tidak lagi melakukan aksi kekerasan terhadap Israel, berhenti menembakkan roket ke Israel dan tidak lagi menyerang permukiman Yahudi.

Berbeda dengan Presiden Abbas, sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, Selasa (15/7) menolak mentah-mentah seruan gencatan senjata. Menurut Rai al-Youm, dalam siaran persnya Brigade al-Qassam menyatakan, “Kami dari Brigade al-Qassam tidak menerima pemberitahuan resmi dari pihak manapun mengenai gagasan (gencatan senjata) seperti yang ramai diberitakan oleh media massa.”

Brigade ini menambahkan, “Jika isi gagasan itu memang demikian maka itu tak ubahnya dengan ketundukan, dan karena itu kami di Brigade al-Qassam menolak sepenuhnya gagasan ini. Bagi kami gagasan itu tidak sepadan dengan (nilai) tinta yang dibuat untuk menuliskannya.”

Brigade al-Qassam memastikan pihaknya akan terus berjuang dengan mengangkat senjata. “Pertempuran kami melawan musuh akan terus berlanjut dan akan semakin keras dan hebat. Dengan demikian maka kami setia kepada darah syuhada yang tak berdosa dan seluruh syuhada bangsa kami. Kami berjanji kepada bangsa kami bahwa darah dan pengorbanan ini tidak akan melayang sia-sia, dan bahwa semua ini tidak akan dapat diluruhkan oleh siapapun di dunia ini.”

Di pihak lain, menurut laporan al-Mayadeen, Perdana Menteri Israel mengancam jika Hamas menolak gencatan senjata maka Tel Aviv akan mencari semua dukungan internasional untuk memperluas operasi militernya terhadap Jalur Gaza sampai tujuan yang dikehendaki Israel tercapai. Netanyahu mengaku Israel sekarang sudah meraih tujuannya, dan karena itu gencatan senjata harus diterapkan.

Sikap Netanyahu menerima seruan gencatan senjata Mesir mendapat kecaman keras dari partai sayap kanan Israel dan menyebut Netanyahu bersedia menerima tamparan yang mengarah ke muka penduduk Israel.

Menurut laporan al-Youm al-Sabea, Ayelet Shaked, anggota partai garis keras Rumah Yahudi mengatakan, “Segala bentuk gencatan senjata yang tidak berurusan dengan terowongan dan roket militan tak ubahnya dengan menyerah.”

Tanggapan senada, menurut Yediot Aharonot, juga dilontarkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Israel, Danny Danon. Sedangkan Menteri Ekonomi Israel Naftali Bennet, menurut Haaretz, menyatakan bahwa gagasan gencatan senjata akan mendapat respon negatif dari kabinet Israel. Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman juga menanggapi negatif gagasan tersebut.

Namun demikian, kabinet keamanan Israel di akhir sidangnya Selasa (15/7) mengumumkan persetujuannya kepada gagasan gencatan Mesir. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL