talal salman al-safirBeirut, LiputanIslam.com – Jurnalis kondang dunia Arab Talal Salman menegaskan bahwa Lebanon seharusnya mendapatkan penghargaan, bukan sanksi hukuman, atas perlawanan sengitnya terhadap Israel dan keberhasilannya mengalahkan rezim Zionis ini. Dia menyayangkan sepak terjang Arab Saudi dan negara-negara satelitnya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasamai Islam (OKI) untuk mendiskreditkan Hizbullah yang justru melawan Israel.

“Menganggap para muhajidin Hizbullah Lebanon sebagai teroris adalah pembebasan terhadap musuh, Zionis,” tulis Talal dalam editorial koran Lebanon al-Safir, Rabu (13/4).

Dia mengingatkan bahwa OKI (Organisasi Konferensi Islam) didirikan pada 21 Agustus 1969 dengan solidaritas keagamaan yang tanpa mempersoalkan sistem pemerintahan negara-negara anggota, dan dengan dasar kepedulian kepada Masjid al-Aqsa. Tempat suci ketiga umat Islam ini saat itu dibakar oleh kaum Zionis sehingga Raja Maroko menggelar pertemuan monumental dan kongres pertama kalinya umat Islam sedunia di Rabat, ibu kota Maroko, pada 25 September 1969, demi membela Masjid al-Aqsa.

Namun demikian, lanjut Talal, di kemudian hari OKI berubah menjadi Organisasi Kerjasama Islam, sedangkan Israel tetap dapat melarang orang-orang Palestina masuk ke Masjid al-Aqsa atau menentukan siapa saja yang boleh masuk ke dalamnya sesuai selera Tel Aviv sendiri. Tak hanya itu, kaum Zionis juga terus melakukan pengerukan di bawah tanah pilar-pilar Masjid al-Aqsa.

Dalam proses itu pula terjadi sepak terjang Inggris dan Amerika Serikat (AS), termasuk melalui Prakarsa Timteng Baru, untuk menyesuaikan beberapa negara Arab dan Islam dengan agenda imperialisme mereka. Akibatnya, kekompakan negara-negara Arab musnah, dan OKI pun tak sanggup menggalang persatuan atau mendamaikan negara-negara anggotanya yang bertikai.

Mengenai KTT OKI yang sedang berlangsung, Talal berharap pertemuan puncak ini dapat meningkatkan kerjasama negara-negara anggota dalam melawan Israel dan mencegah tindakan negara-negara petrodollar semisal Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memanfaatkan kekayaannya untuk menunggangi negara-negara miskin.

Dia juga berharap KTT OKI di Turki menjadi sumber pembelaan untuk Lebanon yang, menurutnya, meskipun kecil namun berada di barisan terdepan negara-negara Arab Islam dalam perjuangan melawan Israel.

“Sayangnya, para menteri luar negeri Arab Teluk dalam sidang pendahuluan di Riyadh justru menganggap Hizbullah Lebanon sebagai teroris, dan dengan demikian mereka tidak hanya menghukum Lebanon, melainkan juga semua negara Arab dan Islam. Mereka telah melakukan kesalahan besar, dan kesalahan ini berulang lagi dalam sidang para menteri luar negeri Liga Arab di Kairo akibat tekanan Saudi,” tulis Talal Salman.

Talal juga menegaskan bahwa keputusan demikian jelas-jelas menyalahi akal sehat, terdorong oleh sektarianisme semata, menyebabkan Israel bersih dari kejahatannya, dan menyudutkan pihak yang sudah puluhan tahun berjuang melawan Zionis hingga membuahkan kehormatan bagi bangsa-bangsa Arab dan seluruh umat Islam. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL