al-hashd-al-shaabi-relawan-irakBaghdad, LiputanIslam.com –  Juru bicara pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Ahmad al-Asadi, menyatakan bahwa kota kecil Tal Afar di barat Mosul, Irak utara, sudah hampir bebas dari pendudukan kelompok teroris ISIS.

“Keberanian pasukan relawan rakyat dalam perang pembebasan Mosul telah menghancurkan tulang punggung DAESH (ISIS),” katanya dalam wawancara TV al-Iraq, Selasa (22/11/2016).

Dia bersumpah bahwa operasi penumpasan ISIS akan terus dilanjutkan sampai seluruh wilayah Irak jengkal demi jengkal terbebas dari cengkraman gerombolan teroris ini.

Secara terpisah, wakil komandan al-Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis berpesan kepada para pengungsi Tal Afar bahwa relawan akan segera mengembalikan mereka ke kampung halaman masing-masing, dan memberantas eksistensi ISIS di Tal Afar dan semua daerah yang diduduki ISIS.

Kemhan Irak menyatakan bahwa sebuah markas dan gudang senjata terbesar ISIS di kawasan al-Farhan di pinggiran Tal Afar hancur diterjang serangan udara pasukan Irak.

Mengenai Mosul sendiri, tentara Irak mengumumkan kawasan al-Humaira di  timur Mosul telah bebas dari cengkraman ISIS setelah terjadi pertempuran sengit yang membuat ISIS menderita kerugian jiwa dan materi.

Sebelumnya, Menlu Irak Ibrahim Jaafari dalam jumpa pers bersama sejawatnya dari Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan bahwa dalam operasi pembebasan Mosul sejauh ini sedikitnya 1700 kombatan ISIS tewas dan 650 bom mobil hancur.

“Sepertiga wilayah provinsi Nineveh sudah bebas, dan ini menunjukkan keberhasilan operasi dan perkembangan militer Irak,” lanjutnya.

Dilaporkan bahwa posisi pasukan Irak sejauh ini telah membentuk formasi bulan sabit yang mengitari Mosul dari arah timur, selatan, dan barat. Dalam formasi ini ISIS di Mosul sudah kehilangan rute akses dan suplainya menuju perbatasan Suriah. Dengan kata lain, ISIS di Mosul sudah terputus dengan ISIS di Raqqah, Suriah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bahwa sejauh ini perang Mosul telah menyebabkan 68,550 penduduk mengungsi. Jumlah ini masih jauh dibawah jumlah yang diperkirakan sebelumnya menjelang operasi pembebasan Mosul yang dimulai pada 17 Oktober lalu.

PBB mengingatkan bahwa para pengungsi itu sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. (mm/aliraq/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL