dinding raksasa saudiRiyadh, LiputanIslam.com – Untuk memisahkan diri dari kawasan yang terjamah kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Arab Saudi dilaporkan sedang menggalakkan pembangunan sebuah “dinding raksasa” di sepanjang perbatasannya dengan Irak.

Asianews dalam laporannya dari Riyadh Kamis lalu (15/1/2015) menyebutkan bahwa ide pembangunan dinding seperti itu sudah mengemuka sejak tahun 2006, namun proyek tersebut baru dimulai sekitar empat bulan lalu setelah ISIS menduduki beberapa kawasan di bagian utara dan barat Irak.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa dinding itu terdiri dari lima lapis pertahanan yang memadukan pagar, parit dan jalur mobil patroli yang menghubungkan pos-pos pemantau yang dilengkapi teropong khusus untuk pemantauan di malam hari, perangkat pencitraan termal dan sistem radar yang dapat mendeteksi obyek manusia hingga sejauh 12 mil dan obyek kendaraan hingga sejauh 24 mil.

Karena menjangkau seluruh wilayah perbatasan tersebut maka dinding berbiaya mahal itu akan menjalar hingga sejauh sekitar 1,000 meter.

Membangun dinding pengaman sepanjang itu bukan pekerjaan baru bagi Saudi. Sebelumnya, negara kerajaan yang kaya minyak ini juga sudah membangun dinding serupa dengan panjang yang hampir sama di wilayah perbatasannya dengan Yaman dengan alasan demi melindungi keamanan warganya dari bahaya teroris jaringan al-Qaeda.

Beberapa waktu lalu kawanan teroris melancarkan serangan terhadap pasukan penjaga perbatasan Saudi kawasan Arar dekat kota Anbar, Irak. Serangan ini memicu kontak senjata yang menewaskan tiga tentara Saudi, satu di antaranya jenderal, dan empat orang teroris. Satu teroris meledakkan diri ketika ditangkap oleh tentara Saudi.

Saudi sendiri sebenarnya merupakan negara yang gencar mendukung kelompok-kelompok radikal berhaluan Wahabi/Salafi, termasuk ISIS, namun juga tak luput dari dampak keganasan mereka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*