korban anak kecil di yamanSanaa, LiputanIslam.com – Pilot Arab Saudi, Mohammad Umar al-Anzi, yang terlibat dalam serangan udara negara ini ke Yaman dikabarkan bunuh diri karena mengalami tekanan mental setelah menyaksikan foto dan penggalan video mayat anak-anak Yaman yang hancur terkena serangan udara tersebut.

Situs berita Yemeni Press Selasa (23/6) menyebutkan bahwa kabar tersebut disiarkan oleh TV al-Mustaqillah berdasarkan keterangan sumber terpercaya di Dewan Kerajaan Arab Saudi. Menurut keterangan itu, sebelum bunuh diri al-Anzi telah mengirim pesan kepada seorang sahabatnya bahwa perang terhadap Yaman merupakan kejahatan besar terhadap orang-orang lemah dan tak berdosa.

“Kita telah melupakan Islam sehingga terpaksa bersama para pilot Kristen dan Yahudi menumpahkan darah orang-orang Islam. Pengaran Mohammad bin Salman (putera Raja Salman yang menjabat Wakil Putera Mahkota dan Menteri Pertahanan Saudi) telah memasukkan kita dalam perang yang sia-sia,” tulis al-Anzi dalam pesan itu.

Dia juga menyoal, “Saya tidak tahu mengapa kita membawa maslahat negara kita kepada bahaya demi memenuhi perintah Amerika dan Yahudi. Mohammad bin Salmanlah yang menguasai raja dan mendorong kerajaan ini kepada krisis yang menyeluruh.”

Di bagian akhir dia menyatakan, “Saya tidak melihat jalan di depanku kecuali mati, karena jika saya masih hidup maka mereka akan memaksaku terlibat lagi dalam pembunuhan manusia.”

Seperti diketahui, sejak 26 Maret lalu sampai sekarang Saudi dan sekutunya masih menebar maut. Sebagian laporan menyebutkan bahwa korban tewas sudah mencapai lebih dari 10,000 orang yang banyak di antaranya adalah anak kecil dan kaum perempuan. Saudi dan beberapa negara sekutunya menyerang Yaman dengan dalih memulihkan pemerintahan Yaman yang sah dan dipimpin presiden pelarian

Abd Rabbuh Mansur Hadi yang tersingkir akibat revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah (Houthi).

Target Saudi adalah menumpas milisi Ansarullah yang didukung tentara Yaman, namun sampai sekarang tak ada tanda-tanda Ansarullah dan tentara Yaman melemah. Sebaliknya, selain Ansarullah tetap menguasai banyak wilayah Yaman, banyak pula posisi militer Saudi di perbatasan menjadi sasaran serangan Ansarullah dan tentara Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL