السعودية تقصف مطار صنعاء لمنع طائرات مساعدات ايرانية من الهبوطSanaa, LiputanIslam.com – Hubungan Iran dengan Arab Saudi kian memanas terkait perang Yaman. Pesawat bantuan kemanusiaan Iran kembali mendatangi Sanaa, ibu kota Yaman, Selasa (28/4) setelah beberapa hari sebelumnya terpaksa balik ke Teheran akibat dicegah oleh pesawat Arab Saudi.

Dalam kedatangan kali ini pesawat yang membawa bantuan kemanusiaan dari lembaga Bulan Sabit Merah Iran itu mendapat peringatan dari pesawat Saudi supaya tidak memasuki zona udara Yaman, namun peringatan itu tidak digubris. Meski demikian, pesawat Iran itu tetap gagal mendarat di bandara Sanaa karena beberapa bandara mendapat serangan hebat dari jet-jet tempur Saudi demi mencegah pendaratan pesawat Iran.

Reporter Alalam dari Sanaa melaporkan bahwa pesawat Iran berputar-putar di angkasa Sanaa, sementara jet-jet tempur Saudi membombardir bandara.

Menurut Alalam, pesawat bantuan kemanusiaan Iran berulangkali mendapat peringatan dari jet-jet tempur Saudi, namun pesawat Iran tetap melanjutkan perjalanannya hingga akhirnya jet-jet tempur itu menyasak menara dan landasan pacu bandara Sanaa serta banda militer di kota yang sama dan bandara Hadida.

Reporter Alalam menyebutkan bahwa serangan terhadap bandara Sanaa itu tergolong paling sengit dan terhebat selama Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman.

Laporan lain dari kantor berita resmi Iran, IRNA, menyebutkan bahwa pesawat Iran itu masuk ke Yaman melalui zona udara Oman setelah memperoleh izin dari pemerintah Oman. IRNA memuji keberanian pilot pesawat Iran, meskipun akhirnya tetap terpaksa kembali lagi ke Iran karena kondisi bandara tidak memungkinkan untuk pendaratan pesawat.

Saudi Layak Dihukum Berat

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Hassan Firuzabadi menyatakan Arab Saudi layak mendapat hukuman berat atas “kejahatannya terhadap rakyat Yaman yang Muslim, revolusioner, tertindas dan berjuang meraih kemerdekaan dan kehormatan nasional dan keislamannya.”

“Keluarga al-Saudi telah melakukan agresi ala Zionis, dan jet tempurnya telah mencegah masuknya pesawat bantuan kemanusiaan ke Yaman. Ini menuntut reaksi keras,” ungkapnya, sebagai dilansir Fars News yang juga berbasis di Iran.

Dia juga mengecam sikap Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat (AS) dan Inggris terkait perang Yaman.

“Memprihatikan sekali, Dewan Keamanan PBB, AS dan Inggris telah melakukan penistaan secara terbuka terhadap hak-hak rakyat Yaman dan mendukung agresi Saudi yang telah menyebabkan tumpahnya darah kaum perempuan dan anak-anak kecil di berbagai berbagai kota dan membuat ratusan ribu penduduk mengungsi serta mencegah masuknya bantuan kemanusiaan bagi para korban,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah Iran mengingat Saudi bahwa bagaimanapun juga bantuan kemanusiaan harus dikirim ke Yaman dan para korban luka harus mendapat pertolongan medis. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL