TelAviv, LiputanIslam.com –  Mantan Menteri Keadilan Israel Yossi Beilin menyatakan tidak ada satupun negara di dunia mengakui kedaulatan rezim Zionis ini atas Masjid al-Aqsa.

“Pelajaran yang dapat diambil dari krisis Masjid al-Aqsa ialah kita dapat mengurangi kesalahan di masa mendatang dan kita harus menerima bahwa tak ada satupun negara di dunia mengakui kedaulatan Israel atas Masjid al-Aqsa,” ungkap Beilin dalam sebuah artikelnya yang dimuat Israel Today, Selasa (8/8/2017).

Dia menyebutkan bahwa tindakan Israel memasang peralatan elektronik, termasuk pemindai logam, di gerbang al-Aqsa, telah membuat Tel Aviv harus membayar kesalahan strategisnya ini.

“Hubungan diplomatik dengan Yordania sampai sekarang belum kembali ke jalurnya semula, sementara otoritas Palestina belum memulai kerjasama keamanannya dengan Tel Aviv. Raja Abdullah II dari Yordania telah berkunjung ke Ramallah dan mengadakan pembicaraan dengan ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas karena Tel Aviv melarang Abbas keluar,” terang Beilin.

Dia menambahkan bahwa negara-negara Arab yang diam-diam menjalin hubungan dengan Israelpun tidak berada dalam posisi yang dapat diharapkan mendukung Israel dalam krisis tersebut.

Kota al-Quds (Yerussalem) yang diduduki Israel beberapa pekan lalu diwarnai ketegangan menyusul tindakan Israel memasang alat pemindai logam dan CCTV di gerbang-gerbang al-Aqsa, tapi kemudian membongkarnya setelah mendapat tekanan dari bangsa Palestina dan khalayak internasional, terutama umat Islam.

Raja Abdullah II dari Yordania usai pertemuan dengan Mahmoud Abbas di Ramallah, Senin (7/8/2017), mengingatkan Israel bahaya upaya mengubah status sejarah al-Quds, dan mengimbau Tel Aviv supaya menjaga status al-Quds seperti semula dan tidak mengusik tempat-tempat suci. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL