EGYPT-MIDEAST-PALESTINIAN-HAMAS-GAZA-BARDWAILDamaskus, LiputanIslam.com – Salah satu petinggi Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Salah al-Bardawil menyatakan tahap baru perundingan antara Palestina dan Israel mengenai gencatan senjata akan diselenggarakan di Kairo, ibu kota Mesir. Sebelumnya, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh menegaskan bahwa senjata para pejuang Palestina tak dapat ditawar dalam perundingan.

Kantor berita independen Palestina, Samanews, Ahad (6/10), melaporkan bahwa menurut al-Bardawil, perundingan itu akan dimulai usai liburan Idul Adha untuk membicarakan beberapa hal pokok, termasuk hak rakyat Palestina di Jalur Gaza untuk memiliki pelabuhan dan bandara.

“Tahap baru perundingan antara lain akan membicarakan masalah pelabuhan, bandara dan pembebasan para tahanan Palestina yang ditahan lagi oleh Israel setelah sempat dibebaskan. Rezim Zionis dalam perundingan bersikukuh membuat ketetapan baru untuk pertukaran tawanan perang, namun kami menyatakan bahwa maalah ini memerlukan tim khusus kami, dan dewan yang ada sekarang tidak dapat mengambil keputusan dalam masalah ini,” ungkap al-Bardawil.

Dia juga menyinggung kontinyutas kesepakatan antara Fatah dan Hamas. “Kesepakatan berlanjut sesuai rencana, dan Gaza sedang menanti perundingan mengenai pemerintahan kerekonsiliasi nasional usai Idul Adha,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dalam khutbah Idul Adha di stadion olah rara Yarmuk, Gaza, Sabtu lalu (4/10) menegaskan lagi bahwa senjata para pejuang muqawamah (perlawanan) Palestina tak dapat ditawar-tawar karena muqawah akan tetap berlanjut sampai Palestina bebas sepenuhnya dari cengkraman Zionis.

“Dengan kontinyitas muqawamahnya, Hamas akan memperkuat kemenangan dan keteguhannya atas Rezim Zionis dalam Perang Gaza. Hamas akan terus mengerahkan kemampuannya untuk memroduksi dan mengembangkan senjata muqawamah hingga Palestina bebas,” ungkapnya, sebagaimana dikutip Fars New Agency, FNA.

Dia mengakui perundingan gencatan senjata dengan Israel berlanjut di Kairo, namun dia mengingatkan bahwa persenjataan para pejuang Palestina tidak dapat ditawar dengan harga apapun.

“Hamas tidak akan memperkenankan tawar menawar soal senjata muqawamah, dan senjata ini semata-mata akan mengarah kepada rezim pendudukan Israel,” tegasnya.

Dalam khutbah itu juga menegaskan bahwa para pejabat Israel harus diadili karena telah melakukan kejahatan perang dalam invasi militer Zionsi ke Jalur Gaza.

Seperti diketahui Perang Gaza yang berlangsung selama 50 hari beberapa waktu lalu telah mengugurkan 2,159 warga Palestina, melukai 11,000 ribu lainnya, menghancurkan 9,000 unit rumah secara total, dan merusak 8,000 unit rumah lainnya. Perang itu berakhir setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata yang diprakarsai oleh pemerintah Mesir. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL