Pangeran Bandar Bin Sultan

Riyadh, LiputanIslam.com – Para tokoh senior yang ditahan di Arab Saudi sejak Sabtu pekan lalu mengalami penyiksaan fisik dalam penangkapan dan interogasi sehingga mememerlukan perawatan di rumah sakit. Demikian diungkap Middle East Eye (MEE), Kamis (9/11/2017), berdasarkan keterangan para narasumber Kerajaan Saudi.

Para narasumber juga mengatakan bahwa skala penangkapan sedemikian meluas sehingga setiap hari selalu ada yang ditangkap dengan jumlah yang bahkan jauh lebih besar daripada yang disetujui oleh pemerintah Saudi, yaitu lebih dari 500 orang.

Anggota keluarga kerajaan, menteri,  dan konglomerat  terjebak dalam gelombang penangkapan yang tiba-tiba diatur oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dengan dalih pemberantasan korupsi.

Beberapa di antara tokoh utama yang ditahan dilaporkan menderita luka pada tubuh akibat penyiksaan dengan metode klasik. Mereka tidak mengalami luka di wajah sehingga tidak akan terlihat tanda siksaan fisik saat mereka muncul di depan publik.

Pangeran Bandar bin Sultan adalah salah satu tokoh yang paling tersohor di Saudi. Mantan duta besar Saudi untuk Amerika Serikat (AS) serta orang kepercayaan mantan presiden AS George W Bush ini tidak diketahui kabarnya. Namun, pihak berwenang Saudi mengatakan bahwa salah satu kasus korupsi yang mereka lihat adalah kesepakatan senjata al-Yamamah di mana Bandar terlibat.

Bandar membeli seluruh desa di Cotswolds, daerah indah di Inggris tengah, dan kawasan olahraga seluas 2000 hektar, dengan sebagian hasil rasuah yang dia terima dalam kesepakatan senjata al-Yamamah.

Reem, putri Al-Waleed bin Talal, adalah satu-satunya wanita yang juga menjadi target penangkapan dalam gelombang terbaru di Saudi. (mm/mee)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL