Gaza, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengecam keras sikap Arab Saudi terkait dengan pendudukan kaum Zionis Israel atas Palestina, dan menilainya sebagai upaya untuk memuaskan hasrat kekuatan-kekuatan besar dengan cara mengorbankan Palestina, atau dalam rangka memicu kontroversi internasional.

Hamas dalam statemennya yang dirilis Kamis (5/4/2018) menyatakan pihaknya sangat menyayangkan sikap Saudi tersebut karena terjadi justru di saat Israel semakin gencar-gencarnya menebar kejahatan terhadap bangsa Palestina, menjalankan proyek Judaisasi al-Quds, memperluas komplek permukiman Zionis di Tepi Barat, memblokade Jalur Gaza, dan membunuhi warga sipil Palestina, termasuk anak-anak kecil, dengan darah dingin.

Hamas menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk normalisasi hubungan dengan Israel di level manapun karena dampaknya sangat berbahaya bagi bangsa Palestina beserta hak-hak historisnya atas tanah airnya sendiri dan bagi persatuan umat dan bangsa-bangsa Muslim.

Salah satu faksi pejuang terkemuka Palestina ini memastikan sikap Saudi tersebut tidak sejalan dengan aspirasi bangsa-bangsa Arab dan Muslim serta seluruh kaum merdeka dunia yang mendukung hak bangsa Palestina dan menuntut penyelesaian yang adil bagi persoalan bangsa ini.

Hamas menegaskan keharusan mendukung tekad perjuangan Palestina dan melanjutkan kebijakan pengucilan Rezim Zionis Israel yang berbahaya bukan hanya bagi Palestina melainkan juga bagi seluruh kawasan Timteng.

Wakil Ketua Biro Politik Hamas Mousa Abu Marzook di halaman Twitter mengomentari pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman dengan menuliskan, “Kepada siapapun yang berbicara kepada Amerika dan Zionis penjajah dengan kalimat-kalimat yang membingungkan dan dengan konsesi-konsesi yang mereka pandang sebagai kehinaannya sebagai upaya untuk mendapat kepuasan, dukungan, dan keberpihakan mereka, (ketahuilah bahwa) mereka sedang berilusi.”

Seperti diketahui, Bin Salman dalam wawancara yang dilansir majalah Amerika Serikat (AS) The Atlantic Senin lalu  mengatakan bahwa orang-orang Israel berhak hidup damai di negerinya di Palestina.

“Saya kira orang-orang Palestina dan Israel sama-sama berhak memiliki negeri masing-masing, tapi kita harus mencapai kesepakatan,” katanya saat menjawab pertanyaan apakah dia berkeyakinan bahwa bangsa Yahudi berhak memiliki negara dan tanah air meskipun di “sebagian kecil negeri leluhurnya”.

Pernyataan Bin Salman ini mengundang kecaman dari berbagai pihak yang bersimpati kepada bangsa Palestina.  (mm/rt/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL