syuhada palestinaRamallah, LiputanIslam.com – Departemen Kesehatan (Depkes) Palestina Minggu (15/11) manyatakan jumlah syuhada Palestina yang gugur di tangan pasukan Zionis dalam intifada III yang berlangsung sejak awal Oktober lalu sampai sekarang mencapai 88 orang.

Menurut laporan media online Depkes Palestina, dari jumlah itu 69 orang gugur di berbagai wilayah Tepi Barat dan Baitul Maqdis, 18 lainnya gugur di Jalur Gaza, dan satu lainnya di Negev, Israel (Palestina pendudukan 1948).

Disebutkan pula bahwa dari jumlah itu 18 syuhada adalah anak kecil dan empat lainnya adalah perempuan.

Berbagai wilayah pendudukan Palestina sejak awal Oktober lalu menjadi ajang bentrokan luas dan sporadis massa Palestina dengan pasukan dan warga Zionis. Massa Palestina menggelar aksi jalanan setiap hari untuk menandai perlawanan mereka terhadap ambisi kaum Zionis terhadap Baitul Maqdis, terutama tanah suci Masjidil Aqsa.

Kebangkitan rakyat Palestina berlangsung masif dan serempak sehingga kemudian disebut Intifadaal-Quds III. Selain dilakukan dalam bentuk demo dan aksi jalanan secara massal, kebangkitan ini juga dilakukan dengan aksi-aksi lain yang dilakukan secara perorangan dengan cara-cara seperti menabrakkan mobil dan menyerang orang-orang Israel dengan senjata tajam. Tak kurang dari 12 orang Israel tewas dan 257 lainnya luka-luka akibat kebangkitan rakyat Palestina. (Baca: Intidafa Palestina Tewaskan 12 Orang Israel dan Lukai 257 Lainnya)

Sementara itu, faksi pejuang Jihad Islam Palestina menyatakan akan mempersenjatai rakyat Palestina di Tepi Barat pada saatnya yang tepat nanti.

“Kubu muqawamah (perlawanan) Palestina tahu persis kapan waktu yang tepat untuk memberikan bantuan senjata kepada intifada al-Quds,” ungkap Ahmad al-Mudallal, salah seorang petinggi Jihad Islam kepada Fars News di Gaza.

Dia menambahkan, “Intifada ini masih baru permulaan , namun sudah membuat musuh kewalahan. Jika musuh masih melanjutkan kejahatan sistematisnya dan terus menumpahkan darah orang-orang Palestina maka kami memandang tak ada halangan untuk operasi militer di permukiman-permukiman Zionis di Tepi Barat.”

Menurutnya, intifada kini terus menjadi buah bibir rakyat Palestina di semua wilayah pendudukan, mulai dari al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) hingga wilayah pendudukan 1948, Tepi Barat dan Jalur Gaza, dan semua faksi pejuang Palestina terus memantau langsung saat demi saat aneka peristiwa yang terjadi di Tepi Barat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL