intifada 3-3Kairo, LiputanIslam.com – Para pejuang gagah berani Palestina terus berjatuhan sebagai syuhada dalam intifada Palestina 3, sementara Sekjen Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, Saeb Erekat mengingatkan bahwa kota suci al-Quds atau Baitul Maqdis (Jerussalem) lebih penting dari semua ibu kota negara-negara Arab.

“Kami adalah bangsa lemah yang menjadi sasaran agresi dan menjadi korban eksekusi jalanan dan aksi penjarahan tanah, menjadi tumbal proyek permukiman ( Yahudi Zionis). Namun kami terus membela diri dengan tanpa senjata dan peralatan, sementara rezim Zionis juga sibuk membangun permukiman serta menyerang Masjidil Aqsa dan orang-orang Palestina,” ujar Erekat dalam konferensi pers di Kedubas Palestina di Kairo, Mesir, sebagaimana dilansir DPA, Minggu (25/10).

Dia menambahkan bahwa perdamaian Palestina-Israel hanya akan terwujud apabila khalayak internasional membela bangsa Palestina, dan Israel menghentikan aksi pendudukan.

“Israel bertujuan memusnahkan identitas Palestina, melenyapkan jalan penyelesaian masalah kedua negara, dan berusaha memungkiri realitas. Kunci penyelesaian hanya akan terwujud apabila Israel menghentikan aksi pendudukan,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berusaha memperkenalkan orang-orang Palestina sebagai pihak yang bertanggungjawab atas Tragedi Holocoust. Ini menunjukkan bahwa dia lebih membenci orang-orang Palestina daripada NAZI. Bangsa Palestina memerlukan perlindungan.”

“Kunci perdamaian dan stabilitas ialah dibentuknya negara merdeka Palestina sesuai perbatasan tahun 1967 dengan ibu kota Baitul Maqdis Timur,” katanya.

Dia mengaku dewasa ini sedang berunding dengan Sekjen Liga Arab Nabil Elaraby mengenai pengajuan draf resolusi diakhirinya pendudukan Palestina oleh Israel. Dalam kunjungannnya ke Mesir dia juga memberitahu Elaraby dan Menteri Luar Negeri Mesir perihal pertemuan Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry di Amman, Yordania.

Sementara itu, satu gadis Palestina gugur syahid ditembak tentara Israel di al-Khalil, Tepi Barat. Menurut situs al-Quds, media Israel menyebutkan bahwa gadis itu dituduh berusaha menyerang tentara Israel dengan senjata tajam sehingga ditembak.
Para saksi mata mengatakan korban ditembak dengan delapan peluru hingga jenazahnya bersimbah banyak darah.

Laporan lain Palestine Today menyebutkan tiga orang Zionis menderita luka-luka, satu di antaranya parah, akibat serangan terbaru pejuang Palestina di kawasan Afula di selatan al-Nasirah, Israel (Palestina pendudukan 1948). Serangan ini terjadi satu jam setelah peristiwa penembakan terhadap gadis Palestina di al-Khalil tersebut.

Dilaporkan pula bahwa Minggu kemarin intiafa Palestina demi membela Masjidil Aqsa telah memasuki hari ke 25, sementara jumlah syuhada mencapai 58 orang yang hampir separuhnya adalah remaja dan anak kecil, dan jumlah orang Palestina yang ditangkap mencapai lebih dari 1000 orang.

Ahmad al-Mudallal, salah satu tokoh faksi Jihad Islam Palestina menyatakan bahwa Netanyahu maupun Kerry sama-sama tidak mengakui hak umat Islam Palestina menunaikan shalat di Masjid al-Aqsa, dan karena itu para pejuang dan rakyat Palestina tidak menerima usulan Kerry dan lain-lain mengenai penghentian intifada. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL