syekh al-azhar mesir syeikh ahmad al-tayyebKairo, LiputanIslam.com – Syaikh Besar Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Al-Tayyib mengimbau kepada para ulama Ahlussunnah dan Syiah supaya turut berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh al-Azhar pada bulan suci Ramadhan.

Seruan itu dikemukakan Syekh al-Tayyib demi memperkuat budaya perdamaian dan kerukunan. Dia juga mengeluarkan fatwa yang mengharamkan pembunuhan antara Sunni dan Syiah.

“Tujuan penyelenggaraan pertemuan-pertemuan di bulan suci Ramadhan ini ialah menangkal fitnah bernuansa mazhab dan sektarianisme serta menghentikan pertumpahan darah di kawasan dan menyelamatkan umat dari konspirasi,” ungkapnya, sebagaimana dilansir al-Youm7 dan dikutip Fars News, Rabu (22/7).

Dalam wawancara dengan saluran 1 TV Mesir Syekh Ahmad Al-Tayyib pernah mengingatkan bahwa dialog antara Sunni dan Syiah lebih penting dan urgen daripada dialog antara Islam dan Kristen.

“Jika orang-orang Islam berdialog dengan ateis Barat dan Kristen Barat, bukankah mendesak untuk dialog pula antara umat Islam Sunni dan umat Islam Syiah, khususnya? Syiah adalah muslimin, dan keislamanan mereka adalah keislaman Ahlussunnah. Tidak ada perbedaan antara keduanya kecuali dalam beberapa masalah furu’ yang sederhana,” ungkapnya, seperti dikutip Alalam.

Gerakan pendekatan antara Sunni dan Syiah telah dipelopori oleh rektor al-Azhar Almarhum Syeikh Mahmoud Syaltut dan ulama besar Syiah Syaikh Taqiyuddin Al-Qummi dengan mendirikan “Darut Taqrib Bain al-Madzahib al-Islamiyyah” (Lembaga Pendekatan Antar Mazhab Islam). (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL