Kairo, LiputanIslam.com –  Ulama tersohor berdarah Mesir namun tinggal di Qatar Syeikh Yusuf Qardhawi menyerukan kepada umat Islam agar bangkit dan berjihad membela dan membebaskan tanah suci Al-Quds (Yerussalem) dari cengkraman rezim Zionis Israel.

“Jihad membela negeri adalah fardhu ain (kewajiban) bagi penduduknya, sedangkan jika penduduknya tidak cukup untuk membelanya maka kewajiban ini juga jatuh kepada tetangga mereka dan bahkan kepada seluruh Muslimin. Islam tidak membolehkan Muslimin mundur barang sejengkal dari negeri Islam. Jika negeri ini ternyata adalah Al-Quds yang mulia maka jihad untuk pembebasannya menjadi lebih agung dan mulia,” seru Qardhawi.

Seruan ini dia nyatakan melalui akun Twitternya di tengah kontroversi yang sudah berjalan sekian minggu mengenai keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel yang kemudian membangkitkan gelora intifada bangsa Palestina.

Namun demikian, seperti biasa, seruan Qardhawi sini malah kembali mengundang kontroversi di tengah para netizen, teruma ribuan followernya. Ray Al-Youm, Kamis (21/12/2017), mencatat mereka terbelah menjadi tiga kelompok;

Pertama, mendukung seruan Qardhawi sehingga meminta umat Islam menggunakan kekuatan mereka dengan alasan seperti yang pernah dikatakan oleh presiden Mesir kedua Gamal Abdel Nasser bahwa  apa yang direbut dengan cara paksa tidak akan bisa diambil lagi kecuali dengan cara paksa.

Kedua, justru meragukan keseriuan Qardhawi sembari memperoloknya, antara lain dengan menyebutkan bahwa putera Qardhawi sendiri, Abdulrahman Yusuf,  hanya dapat bersyair tentang Palestina di Turki.

“Sang penyair putera Anda yang terkawal di Turki tentunya akan berjihad dengan kata dari Turki. Ya, dimengerti, dimengerti,” ungkap salah satu followernya.

Ketiga, balik mengecam keras Qardhawi antara lain dengan menampilkan foto-foto lama pertemuan dan ramah tamah Qardhawi dengan delegasi para rahib Yahudi.

Ray Al-Youm lantas menyoal apakah seruan jihad Qardhawi itu “akan didengar” oleh umat Islam, ataukah “sekedar tanaman kering yang luruh diterpa angin?” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*