Doha, LiputanIslam.com –  Ulama ternama asal Mesir yang tinggal di Qatar Syeikh Yusuf Qaradawi di-bully oleh para aktivis media sosial di negara-negara Arab, terutama kawasan Teluk Persia, karena pernyataan terbarunya mengenai ibadah haji secara tidak langsung menyerukan aksi boikot haji.

Para aktivis itu menilai Qaradawi yang dijuluki sebagai “Mufti Ikhwanul Muslimin” itu “mempolitisasi agama sebagaimana biasanya”.  Menurut mereka, pernyataan terbarunya mengenai ibadah haji sangat kontras dengan fatwa yang pernah dia kemukakan pada tahun 2015 sebelum Qatar diboikot oleh Arab Saud, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir.

Mereka menyebut Qaradawi sedang berusaha membela Qatar, meremehkan boikot terhadap Qatar, dan mendongkrak mental pemerintah Qatar yang tertekan oleh boikot.

Adapun fatwa dan pernyataan Syeikh Yusuf Qardhawi mengenai ibadah haji itu ialah sebagai berikut;

Sebelum Qatar diboikot (15 September 2015):

“Bagi Muslim yang berkemampuan menunaikan haji dan tidak berhalangan maka hendaknya bersegera menunaikannya sebagaimana disebutkan dalam hadis: ‘Bersegeralah kepada haji sebab sesungguhnya seseorang tidak mengetahui apa yang akan menimpanya.”

Setelah Qatar diboikot (18 Agustus 2018):

“Allah tidak membutuhkan haji. Allah Maha Kaya tidak memerlukan hamba-hambaNya. Ketika dia mewajibkan kepada mereka suatu kewajiban maka ini adalah supaya mereka menyucikan jiwa mereka sendiri, supaya mereka mendaki jenjang-jenjang tinggi spiritual, kejiwaan, dan moral menuju Tuhannya, dan supaya terwujud berbagai manfaat dalam kehidupan mereka.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*