آية الله قاسم: "لا للواسطات.. ولا للخروج الآمن"Manama, LiputanIslam.com – Ulama besar dan pemimpin umat Islam Syiah Bahrain Ayatullah Syeikh Isa Qassim menolak tegas keluar dari Bahrain dan mediasi dengan pemerintah Bahrain dalam masalah ini.

Sebagaimana dilaporkan al-Bahrain al-Youm, Syeikh Abdullah al-Daqqaq wakil Syeikh Qassim di Iran dalam jumpa pers di Teheran, ibu kota Iran, mengatakan, “Beliau menolak mediasi dengan rezim al-Khalifah untuk menyiapkan apa disebut jalur keluar yang aman untuk meninggalkan negara ini.”

Dia juga menyatakan bahwa Inggris dan Arab Saudi juga ikut melancarkan perang terbuka terhadap rakyat Bahrain dan Syeikh Qassim.

Dia menjelaskan bahwa serangan rezim al-Khalifa terjadi setelah ada tekanan dari Saudi dengan bantuan Inggris.

Menurutnya, Saudi sedang panas dan bermaksud meluapkan dendam kesumat atas kekalahannya di kawasan, terutama di Fallujah, Irak, menyusul kemenangan relawan al-Hashd al-Shaabi atas kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di sana.

“Mengusir Syeikh Isa Qassim dari arena akan menimbulkan akibat yang fatal,” pungkasnya.

Sementara itu. kelompok oposisi Bahrain menyerukan kepada rakyat negara ini supaya ikut berkonsentrasi di depan rumah Syeikh Isa Qassim di desa Diraz.

Seruan ini dikemukakan menyusul tindakan rezim Bahrain meningkatkan status waspada keamanan.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Bahrain Sayyid Majid Mash’al mengingatkan rezim al-Khalifa yang berkuasa di Bahrain supaya tidak mencoba “melakukan aksi bodoh” membubarkan massa yang berkonsentrasi di sekitar rumah Syeikh Issa Qassim.

Di luar negeri, Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan campurtangan internasional untuk menghentikan pelanggaran HAM di Bahrain jika pemerintah negara ini tak menggubris seruan internasional. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL