mesir ali gomaaKairo, LiputanIslam.com – Mantan Mufti Besar Mesir Dr. Syeikh Ali Gomaa menyebut para penentang perayaan maulid Nabi Besar Muhammad saw sebagai orang-orang yang sesat. Demikian dilaporkan oleh berbagai media Mesir, termasuk al-Dostor, al-Masriyyun dan Akhbarak, Sabtu (21/1/2015).

Dalam dialog televisi pada acara “Wallahu A’lam” yang ditayangkan TV CBC dia menilai peringatan Maulid Nabi saw merupakan satu bentuk pelaksanaan sabda Rasul saw; “Setiap orang bersama orang yang dicintainya.” Menurutnya, tak seperti kelompok-kelompok yang muncul belakangan, kalangan Ahlussunnah Waljamaah sangat menyukai perayaan maulid Nabi saw.

Dia menambahkan, “Nabi saw sendiri merayakan hari kelahirannya dengan cara berpuasa setiap hari Senin dan Kamis. Ketika beliau ditanya sebab mengapa berpuasa di hari Senin, beliau menjawab, ‘Sesungguhnya itu adalah hari di mana aku dilahirkan dan hari di mana aku dibangkitkan atau pada hari itu diturunkan (al-Quran) kepadaku. Dengan demikian beliau sendiri merayakan hari kelahirannya setiap pekan.”

Dia juga menjelaskan bahwa hari kelahiran beliau adalah salah satu “hari Allah” sehingga merayakannya tak lain adalah pelaksanaan perintah Allah Swt.

“Tak ada hari yang lebih penting dan besar daripada hari-hari Allah seperti hari kelahiran Nabi Besar Muhammad saw. Peringatan Maulid Nabi saw adalah bagian dari pokok syariat sesuai firman Allah; ‘dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah’ (QS.14.15)”

Ditujukan kepada kelompok-kelompok yang disebutnya tumbuh bekalangan dan menolak perayaan maulid Nabi saw, Syekh Ali Gomaa menirukan ungkapan dalam al-Quran surat Ali Imran (QS. 1. 119) menegaskan, “Matilah kalian dengan kebencian kalian.”

Dia juga mengatakan bahwa ada sebagian mazhab yang menyebut peringatan maulid Nabi saw sebagai perbuatan syirik.

“Ini adalah pikiran kaum takfiri DAISH (Negara Islam Irak dan Suriah/ISIS),’ katanya.

Sehari sebelumnya, Mufti Besar Arab Saudi Abdul Aziz al-Sheikh dalam khutbah Jumat (2/1/2014) di masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh, Arab Saudi, menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi SAW sebagai perbuatan bid’ah dan khurafat.

“Itu (perayaan Maulid) tak lain adalah bid’ah yang menyebar sejak abad ketiga, tapi itu bid’ah yang sesat,” katanya, sebagaimana dikutip al-Sharq.

Menyinggung adanya zikir-zikir khusus dan pembacaan syair-syair dan kasidah dalam peringatan Maulid, dia mengatakan, “Semua itu salah karena bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam syariat Islam, dan tidak pernah ada pula zaman Rasulullah.”

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Imam Masjid Nabawi Syeikh Hussain al-Sheikh, di kota Madinah dalam khutbah Jumat di hari yang sama. Dia menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi saw tidak ada dalam syariat Islam dengan alasan bahwa Nabi saw, para Khulafa’ Rasyidin, para sahabat dan umat Islam abad-abad setelahnya tidak menyelenggaraan perayaan Maulid Nabi saw. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*