دمشق تتهم الدوحة وانقرة والرياض بدعم الجماعات المتطرفةNewYork, LiputanIslam.com – Duta Besar Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Bashar Jaafari menyatakan badan intelijen Qatar, Arab Saudi dan Turki terlibat langsung dalam kegiatan pendanaan kelompok-kelompok teroris bersenjata di Suriah. Demikian dilaporkan Alalam, Kamis (18/9).

Jaafari mengaku telah menyerahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB dokumen resmi dan bukti-bukti dukungan dan bantuan negara-negara itu kepada kelompok cabang al-Qaeda di Suriah, Front al-Nusra, dan kelompok-kelompok ekstrimis lain, di antaranya terkait perwira Qatar yang dianggap Damaskus telah mengoordinasikan penculikan pasukan perdamaian PBB asal Fiji di Dataran Tinggi Golan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Suriah menuduh Turki masih terus menjalankan agitasi anti Suriah. Kemlu Suriah menyatakan pemerintah Ankara masih memainkan peranan destruktif dengan cara menampung, melatih, mempersenjatai dan memfasilitasi lalu lintas para teroris dan bahkan membekali mereka dengan bahan-bahan kimia.

Menurut Kemlu Suriah, Turki juga telah melakukan tindakan manipulasi terkait laporan tim pencari fakta PBB yang hingga kini masih melakukan penyelidikan mengenai kecurigaan adanya penggunaan gas klorin oleh pihak-pihak yang bersiteru di Suriah.

Di pihak lain, Emir Qatar Tamim bin Hamad menepis tuduhan bahwa pihaknya telah mendanai organisasi-organisasi teroris di Suriah maupun di Irak. Hanya saja, dia menyatakan bahwa tidak semua kelompok yang dianggap teroris juga dianggap demikian oleh pemerintah Qatar.

“Qatar tidak menyokong organisasi atau kelompok ekstrimis di Suriah maupun di Irak. Sama sekali tidak ada dukungan demikian sehingga Qatar harus menghentikannya,” ujar Emir Qatar dalam konferensi pers di Jerman.

Meski demikian, pada kesempatan yang sama dia mengakui negaranya memiliki kriteria tersendiri dalam penentuan apakah sebuah kelompok layak dianggap teroris atau tidak.

“Mengenai sebagian kelompok atau organisasi yang oleh sementara orang disebut ekstrimis karena faktor-faktor politik dalam negeri, Qatar memandang bisa jadi sebagian di antaranya bukan ekstrimis,” paparnya.

Para pengamat menyimpulkan bahwa kunjungan Emir Qatar ke Jerman yang dilakukan bersamaan dengan sepak terjang Washington menggalang koalisi anti ISIS dimaksudkan untuk menegaskan ketidak mungkinan Qatar memerangi sekaligus menyokong terorisme. Dengan kata lain, Qatar ingin membersihkan rekam jejak intelijennya yang panjang di kawasan yang sedang dilanda krisis terorisme. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL