suriah bathina shaabanDamaskus, LiputanIslam.com – Pemerintah Suriah menolak keinginan negara-negara Barat bekerjasama dengan Damaskus dalam perang melawan kawanan teroris yang tergabung dalam kelompok takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Kami menolak kerjasama keamanan dengan negara-negara Barat tanpa kerjasama diplomatik,” kata penasehat Presiden Suriah bidang politik dan media Bathina Shaaban dalam wawancara dengan lembaga pemberitaan al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Rabu (7/1/2015).

Menurutnya, dewasa ini terdapat 60,000 milisi yang datang dari luar negeri, terutama negara-negara Arab, ke Suriah untuk memerangi pemerintah Damaskus, dan dalam hal ini Rezim Zionis Israel terlibat jauh dalam mendukung sepak terjang para teroris tersebut.

“Rezim Zionis terlibat jauh dalam menyokong terorisme di Suriah,” katanya.

Menyinggung adanya perselisihan pendapat di tengah para pejabat Amerika Serikat (AS) terkait kerjasama Washington-Damaskus dalam isu pemberantasan terorisme, Shaaban mengatakan, “Dewasa ini AS mengalami rasa waswas dalam memandang perkembangan situasi Suriah. Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jeffrey Feltman juga sudah pessimis dan frustasi terhadap oposisi Suriah.”

Bathina Shaaban juga mengecam sikap Turki terhadap Suriah dan menilai Ankara telah meraup banyak keuntungan dari konflik Suriah.
“Pendapatan Turki dari perang Suriah mencapai 30 milyar Dolar AS dalam tiga tahun ini,” ungkapnya.

Diajuga menyebutkan bahwa di kota Aleppo terdapat lebih dari 100 pabrik yang dihancurkan kemudian semua perangkatnya diselundupkan ke Turki.

“Sampai sekarang kami belum melihat adanya perubahan sikap Turki terhadap Suriah, dan apa yang terjadi adalah agresi negara ini terhadap Suriah,” keluhnya.

Lebih lanjut dia menyebut Rusia dan Iran sebagai sahabat dekat Suriah dalam perang melawan terorisme.

“Dalam waktu dekat ini akan ada pertemuan di Moskow untuk dialog antarkubu oposisi,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa pertemuan itu adalah dalam rangka pertukaran pendapat yang dipersiapkan pemerintah Rusia sebagai pendahuluan untuk perundingan yang akan datang antara oposisi dan pemerintah Damaskus, dan hal ini disetujui oleh kedua pihak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*