senjata rusia di suriahDamaskus, LiputanIslam.com – Tentara Suriah telah menerima beberapa jet tempur dan pesawat pengintai serta perlengkapan militer lainnya dari Rusia untuk menunjang perang melawan kawanan teroris ISIS yang dalam beberapa hari ini digempur secara masif oleh jet-jet tempur Suriah.

AFP mengutip keterangan sumber-sumber militer Suriah, Selasa kemarin (22/9), bahwa tentara Suriah sudah mulai menggunakan senjata-senjata dari Rusia untuk memerangi ISIS.

“Dapat kami pastikan bahwa sedikitnya lima jet tempur Rusia dan beberapa pesawat pengintai telah tiba Jumat lalu ke pangkalan militer di kota Latakia,” kata petinggi militer Suriah yang tak disebutkan namanya.

Dia menambahkan, “Pengaruh senjata Rusia mulai terlihat di tanah Suriah. Tentara Suriah meresmikan penggunaan senjata-senjata itu di kota Der al-Zor (timur) dan Raqqah (utara) dengan sasaran konvoi-konvoi ISIS.”

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) Selasa kemarin melaporkan tak kurang dari 38 petempur ISIS tewas akibat gempuran pasukan udara Suriah di Palmyra (Tadmur), al-Sakhnah, dan dua desa di provinsi Homs pada Senin lalu.

Sumber militer Suriah menyebutkan adanya senjata-senjata istimewa yang dapat membidik sasaran dengan sangat akurat, dan ada pula rudal-rudal yang dikendalikan dari jarak jauh. Dengan demikian senjata-senjata itu tidak hanya berupa jet tempur.

Sumber militer lainnya di kota Latakia mengatakan kepada AFP bahwa selain jet tempur, juga sudah tiba senjata-senjata pengintai baru yang dapat membantu meningkatkan akurasi serangan militer Suriah, demikian pula radar-radar dan alat-alat pengintaian di malam hari.

Di pihak lain, Washington sejak beberapa pekan lalu menampakkan kerisauannya terhadap eksistensi militer Rusia di Suriah. Beberapa pejabat AS Senin lalu mengatakan kepada AFP bahwa Rusia telah menyebar jet tempur jenis Sukhoi Su-24 dan Su-25 di Suriah.

Menurut salah seorang pejabat AS, jet-jet tempur itu memungkinkan Rusia untuk melancarkan serangan jarak jauh di Suriah, termasuk di wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS.

Belum lama ini Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem mengatakan, “Ada sesuatu yang baru dan melebihi suplai Suriah dengan senjata Rusia, dan meja akan segera menimpa kepala orang-orang yang menggalang konspirasi terhadap Suriah.”

Media Rusia Senin lalu menyebutkan bahwa perjanjian yang sedang berlangsung antara Moskow dan Damaskus mengukuhkan penyerahan lima jet tempur Mig-29 M dan M-2 pada tahun baru 2016 nanti, dan tiga unit lainnya pada tahun baru 2017. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL