Moskow, LiputanIslam.com –  Kemhan Rusia menyatakan bahwa tentara Suriah siap menghentikan operasi militernya di Khan Shaykhun agar para pakar datang ke daerah ini untuk melakukan penyelidikan kasus dugaan serangan bom kimia.

Kemhan Rusia juga mengingatkan bahaya tindakan provokasi baru mengenai adanya penggunaan senjata kimia Suriah, termasuk di provinsi Damaskus.

Direktur Departemen Pengendalian Senjata Kemlu Rusia Mikhail Ulyanov dalam jumpa pers di Moskow, ibu kota Rusia, mengatakan, “Di sana akan ada representasi-representasi baru jenis ini, dan mungkin akan terjadi di provinsi Damakus, dan bisa jadi dalam waktu dekat ini.”

Diplomat Rusia ini tidak menutup kemungkinan bahwa peristiwa di Khan Shaykhun memang terjadi akibat penggunaan senjata kimia, tapi persoalannya ialah siapa dan bagaimana dia mendatangkan senjata ini ke Khan Shaykhun.

Dia mengingatkan bahwa tidak bukti yang menunjukkan bahwa otoritas Suriah menyembunyikan bahan beracun barang satu kilogram setelah fasilitas kimianya dibongkar.

Sementara itu, Menlu Rusia Sergey Lavrov mengaku heran terhadap keputusan Organisasi Larangan Senjata Kimia (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons /OPCW) untuk tidak membentuk tim pencari fakta peristiwa Khan Shaykhun yang menewaskan sekira 100 orang dan melukai 500 lainnya tersebut.

Dalam jumpa pers bersama  Wakil Tinggi Uni Eropa Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Federica Mogherini, Lavrov mengatakan, “Ini mengherankan, karena draf resolusi (usulan Rusia dan Iran) tidak menyinggung apapun kecuali keharusan dilakukannya penyelidikan secara independen, netral, dan transparan, serta pengiriman para ahli ke lokasi kejadian.”

Dia mengaku berharap OPCW  pada akhirnya mengirim tim ahli ke Khan Shaykhun dan pangkalan udara militer Shayrat , dan para anggota tim ini harus melibatkan berbagai pihak dengan jangkaun seluas mungkin di dunia.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL