SONY DSC

Damaskus, LiputanIslam.com –  Media Suriah melaporkan bahwa sistem pertahanan udara negara ini telah mencegat dan merontokkan beberapa rudal di angkasa kota Homs, dini hari Selasa (14/4/2018).

TV Suriah menyebutkan bahwa pertahanan udara Suriah merontokkan rudal-rudal yang melesat dan mengarah ke lapangan udara Shayrat, provinsi Homs.  Dalam sebuah penggalan video terlihat bola api melesat dan meledak di kegelapan angkasa. Tidak jelas rudal-rudal berasal dari pihak mana.

Sehari sebelumnya, empat warga sipil terbunuh dan delapan lainnya, termasuk dua anak kecil, luka-luka terkena serangan mortir kelompok bersenjata ke dua desa dan satu kota di bagian utara provinsi Homs.

Kantor berita SANA melaporkan bahwa sejumlah roket yang ditembakkan oleh kawanan bersenjata telah jatuh di kawasan permukiman distrik Ghour al-Asi di utara provinsi Homs, mengakibatkan tiga warga sipil terbunuh dan tiga lainnya cidera, termasuk satu bayi yang usianya tak lebih dari satu tahun, dan menimbul kerusakan pada rumah dan properti penduduk.

Tentara Suriah kemudian membalas dengan serangan mortir ke arah lokasi penembakan roket tersebut hingga menimpakan kerugian personil pada pihak militan dan menghancurkan beberapa kubu dan mesin peluncur roket mereka.

Sementara itu, Presiden Suriah Bashar Assad saat menyambut kedatangan delegasi partai yang berkuasa di Rusia, Senin, mengatakan serangan rudal Amerika Serikat, Inggris dan Perancis ke Suriah dilakukan setelah tiga negara ini menyerang Suriah dan Rusia dengan aksi penyesatan dan klaim-klaim dusta di Dewan Keamanan PBB.

“Ini kembali menunjukkan bahwa kedua negara (Suriah dan Rusia) menjalani suatu perang bukan hanya terhadap teroris, melainkan juga demi melindungi undang-undang intersional yang berpijak pada kedaulatan berbagai negara dan kehendak bangsa-bangsanya,” katanya.

Di pihak lain, delegasi dari Rusia itu mengecam keras serangan rudal tiga negara itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran secara terbuka terhadap berbagai perjanjian internasional justru di saat Suriah sedang berusaha memulihkan stabilitas dan membenahi berbagai kerusakan parah yang diakibatkan oleh terorisme.

Delegasi ini juga menegaskan komitmen Rusia untuk terus mendukung Suriah dalam perang yang dialami oleh negara pimpinan Bashar Assad ini. (mm/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*