Beirut, LiputanIslam.com –  Pasukan Suriah menambah kekuatan militernya di bandara atau pangkalan udara Deir ez-Zor, Suriah timur, melalui jalur udara menyusul keberhasilan pasukan teroris ISIS mengisolasi pangkalan ini dari kota Deir ez-Zor, Selasa (17/1/2017).

Direktur Eksekutif Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), Rami Abdulrahman, mengatakan, “Pasukan pemerintah mengirim bantuan militer via udara ke pangkalan udara Deir ez-Zor dan menyerukan kepada penduduk kota ini agar ikut berperang di front-front utama melawan para jihadis (ISIS).”

Dia menambahkan bahwa pertempuran secara terputus-putus terjadi antara pasukan pemerintah dan para teroris ISIS di kota Deir ez-Zor, bersamaan dengan serangan udara Rusia dan Suriah terhadap posisi-posisi ISIS.

Sejak Sabtu lalu ISIS melancarkan serangan tersengitnya di kota Deir ez-Zor dalam satu tahun terakhir hingga berhasil memisahkan pangkalan udara dengan kota.

Menurut catatan SOHR, sejak itu sebanyak 116 orang tewas dengan rincian 21 warga sipil, 37 tentara Suriah, dan 58 teroris. Dalam serangan ini ISIS mengerahkan pasukan “inghimasi” (pembawa misi serangan bunuh diri) dari beberapa arah.

Perkembangan situasi ini membuat PBB menangguhkan pengiriman bantuan via udara kepada penduduk yang terkepung oleh ISIS di dalam kota.

“Kami menangguhkan operasi penjatuhan bantuan via udara di Deir ez-Zor karena faktor keamanan… Pertempuran sengit berkelanjutan di kawasan penjatuhan bantuan dan sekitarnya… Sangat berbahaya jika kami melakukannya,” ungkap juru bicara Program Pangan Dunia, Bettina Luescher.

Dia menjelaskan bahwa bantuan terakhir kali dikirim pada Sabtu lalu ketika ISIS memulai serangan besarnya.

ISIS menguasai 60 persen wilayah kota Deir ez-Zor sejak 2014 dan mengepung kota ini sejak dua tahun lalu sehingga kota ini menjadi satu-satunya tempat para teroris mengepung pasukan pemerintah.

Sejak itu, pemerintah hanya dapat menjangkau kawasan ini melalui jalur udara untuk mengirim suplai logistik pasukan dan bantuan bahan makanan untuk penduduk yang terkepung.

Laporan lain dari Suriah menyebutkan salah satu komandan kelompok teroris Jabhat al-Nusra, Abu Ibrahim al-Tunisi, bersama satu rekannya sesama komandan kelompok ini serta satu komandan kelompok teroris Ahrar al-Sham tewas terkena serangan udara terhadap mobilnya di kawasan Aqrabat di bagian utara provinsi Idlib dekat perbatasan Turki. Tidak disebutkan serangan itu udara dilakukan oleh pihak mana. (mm/afp/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL