Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil Menlu Suriah Faisal Mekdad meminta Ankara menarik “pasukan pedudukan” Turki dari provinsi Idlib dan menghormati apa yang telah disepakati dalam Perjanjian Astana.

“Ankara harus menghormati hasil-hasil perundingan Atsana, dan harus menarik pasukan pendudukan Turki dari Idlib,” katanya usai pertemuan dengan penasehat Pemimpin Besar Iran Ali Akbar Velayati di Teheran, ibu kota Iran, Rabu (25/10/2017).

Mengenai upaya Presiden Amerika Serikat (AS) menekan Iran, Mekdad mengatakan, “Seluruh dunia menolak kebijakan Trump, sepak terjang dan ambisinya terhadap Iran, dan dukungannya kepada kebijakan negara-negara petrodolar di kawasan dan kepada Rezim Zionis.”

Dia juga mengatakan bahwa kubu resistensi terus mencetak kemenangan dalam penumpasan terorisme dan pembelaan hak Iran memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai.

Dia mengaku berkunjung ke Teheran dengan tujuan menguatkan hubungan bilateral dan menyampaikan ucapan selamat pemerintah dan rakyat Suriah kepada Iran.

Dia juga mengakui bahwa seandainya Iran tidak berbuat maka Suriah tidak akan mencetak kemenangan besar atas terorisme, dan berkat peran Iran pula posisi kubu resistensi sekarang semakin solid di Timteng.

Sementara itu, Iran dikabarkan membahas rencana mengadakan saluran TV khusus dengan nama “al-Alam Suriah”

“Telah dibahas pengadaan saluran Iran bernama ‘al-Alam Suriah’, yaitu saluran khusus mengenai Suriah, dan akan disiarkan dengan bahasa Arab dari Teheran,” ungkap sumber di lembaga Penyiaran Radio dan Televisi Iran (IRIB), Rabu. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL