Damaskus, LiputanIslam.com –  Pemerintah Suriah membantah laporan PBB yang menuduhnya telah melancarkan 27 dari total 33 serangan bom kimia, satu di antaranya di Khan Sekhoun, provinsi Idlib, yang menewaskan sedikitnya 87 orang, 31 di antaranya anak kecil, pada April 2017.

Dalam surat yang disampaikan oleh Dubesnya untuk PBB di Jenewa, Swiss, kepada Ketua Dewan HAM PBB, Suriah menyatakan “menolak klaim-klaim komisi yang bernaung di bawah Dewan HAM  bahwa pemerintah Suriah menggunakan gas kimia beracun di Khan Shikhoun dan lain-lain.”

Pemerintah Damaskus menegaskan “belum dan tidak akan pernah” menggunakan gas kimia terhadap rakyatnya karena serangan sedemikian rupa merupakan “kejahatan moral yang hanya akan mengundang kutukan.”

Tim pencari fakta PBB belum lama ini merilis laporan yang menuding pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia gas sarin dalam konflik di negara ini.

Damaskus menyebut tim ini bertindak dengan motif politik dan tebang pilih demi kepentingan negara-negara tertentu.

Damaskus berulang kali menegaskan pihaknya tidak mungkin menggunakan senjata terlarang ini karena fasilitas kimianya sudah dibongkar total pada tahun 2013 sesuai kesepakatan Amerika Serikat dengan Rusia menyusul peristiwa serangan gas sarin di kawasan Ghouta Timur dekat Damaskus yang menyebabkan ratusan orang tewas. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL