Riyadh, LiputanIslam.com –  Arab Saudi menunjukkan kegembiraanya atas maraknya unjuk rasa protes yang melanda Iran sejak Kamis lalu (28/12/2017). Melalui medsos Twitter, Saudi berharap di Iran gerakan yang dapat menjatuhkan apa yang disebutnya “rezim mullah”.

Para pengguna Twitter Saudi memviralkan rekaman video aksi para demonstran Iran mengecam pemimpin besar Iran Ayatullah Ali Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani. Padahal, media Iran sendiri juga melaporkan aksi-aksi unjuk rasa itu dan menyebutnya sebagai unjuk rasa menolak korupsi, kemiskinan, mahalnya harga barang, dan pengangguran, sehingga membuktikan hidupnya demokrasi dan kebebasan pers di negeri ini, sementara media Saudi tak pernah menikmati demokrasi dan kebebasan ini.

Pasukan cyber Saudi menyebut apa yang terjadi di Iran sebagai “revolusi”, dan membuat berbagai hashtag di mana yang terbaru di antaranya adalah “kebangkitan rakyat Iran”.  Para pengguna Twitter Saudi menganggap aksi demo di Iran itu sebagai kemenangan bagi Saudi.

Pasukan cyber Saudi juga menyambut gembira ciutan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang antara lain menyatakan bahwa rezim diktator tidak bisa bertahan untuk selamanya, dan bahwa rakyat Iran pada akhirnya akan bertindak dan menggulingkan rezim itu. Padahal, media Barat sendiri justru mengingatkan Trump agar tidak mencampuri urusan internal karena, sebagaimana yang sudah-sudah, hasilnya hanya akan kontraproduktif, sebab kebencian terhadap AS sudah mendarah daging pada rakyat Iran, terlepas dari pemerintahnya.

Arab Saudi begitu peduli unjuk rasa kontra pemerintah Iran yang terjadi di sekitar 10 kota dan daerah Iran, namun mengabaikan unjuk rasa akbar pro pemerintah yang mewarnai semua kota dan daerah Iran Sabtu lalu (30/12/2017). (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL