Tentara Yaman loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh di Sanaa.

Sanaa, LiputanIslam.com –  Kontak senjata sengit sempat pecah di Sanaa, ibu kota Yaman, antara kelompok Ansarullah (Houthi) dan kelompok loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh, namun suasana kembali tenang setelah utusan masing-masing bertemu dan berunding untuk meredakan keadaan.

Dua kelompok Yaman yang semula bersekutu melawan agresi militer koalisi Arab pimpinan Arab Saudi ini sempat terlibat kontak senjata satu sama lain hingga menewaskan satu perwira tentara loyalis Saleh, Kol. Khalid al-Radhi, dan dua anggota Ansarullah pada Sabtu lalu (26/8/2017), setelah sekian minggu hubungan keduanya meradang dan terjadi saling tuding berkhianat.

Penduduk dan sumber militer di Sanaa mengatakan bahwa  kota yang dikuasai oleh Ansarullah dan kubu Saleh ini kembali tenang namun dengan suasana waspada setelah pasukan loyalis Saleh di tarik dari jalanan, terutama di beberapa kawasan yang dilanda kontak senjata.

Sumber-sumber keamanan independen mengatakan bahwa tim mediator yang terdiri atas para tokoh keamanan dan politisi dari kedua pihak pihak untuk meredakan situasi telah berhasil menyingkirkan barikade-barikade penyebab ketegangan dari jalan-jalan umum di distrik al-Masabihi, Sanaa.

Sumber keamanan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa tim mediator  “sedang membahas sejumlah poin yang telah ditetapkan oleh Partai Kongres Rakyat (pihak Saleh) dan kelompok Houthi agar diterapkan oleh masing-masing pihak,” dan pihak Saleh meminta supaya pembunuh Kol. Kholid al-Radhi diserahkan.

Keretakan aliansi Ansarullah-Saleh mengemuka setelah pihak Saleh menyebut kelompok Ansarullah sebagai “milisi”, dan kemudian pihak Ansarullah menanggapinya dengan mengatakan bahwa kubu Saleh telah “berkhianat”.

Ali Abdullah Saleh menjabat presiden Yaman sejak tahun 1990, dan pada 2012 dia dimakzulkan serta diganti oleh Abd Rabbuh Mansur Hadi setelah terjadi gelombang unjuk rasa rakyat.  Selama berkuasa Saleh telah enam kali menggerakkan operasi militer untuk menumpas kelompok Ansarullah di markasnya di provinsi Sa’dah di utara Sanaa.

Saleh kembali tampil ke gelanggang politik pada tahun 2014 untuk melawan Mansur Hadi dan bersekutu dengan bekas musuhnya sendiri, Ansarullah, sehingga keduanya berhasil menguasai Sanaa dan banyak bagian Yaman lainnya. Arab Saudi kemudian menggalang pasukan koalisi Arab dan melancarkan agresi militer ke Yaman untuk membela Mansur Hadi sejak Maret 2015 sampai sekarang.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, sedikitnya 8000 orang yang sebagian besar warga sipil terbunuh dan sekira 47,000 lainnya luka-luka akibat agreasi Saudi dan sekutunya. Agresi ini juga menyebabkan terjadinya wabah penyakit kolera yang telah merenggut lebih dari 2000 nyawa sejak April lalu, dan penyakit ini diperkirakan telah menjangkiti 600,000 orang pada tahun ini. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL