Moskow, LiputanIslam.com –  Lembaga pemberitaan Sputnik milik Rusia, Senin (30/7/2017), menilai segala sesuatu kini tampak tidak wajar dalam tubuh dinasti al-Saud yang berkuasa di Arab Saudi.

Sputnik menjelaskan bahwa pada tahun 2017 telah terjadi perubahan fundamental di mana rajanya, Salman Bin Abdul Aziz, telah melanggar tradisi yang berlaku di negara ini. Tak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Salman menyingkirkan orang paling senior dari segi usia dalam generasi dinasti al-Saud lalu mengangkat anaknya sendiri, Mohammad Bin Salman, sebagai putera mahkota. Padahal, tahta kerajaan seharusnya diserahkan dari saudara kepada saudaranya yang lain, tak seperti kerajaan-kerajaan di Eropa yang tahtanya turun dari ayah kepada anak.

Abdul Aziz adalah raja pertama Saudi yang bertahta dari 1932 sampai dengan 1953. Dari banyak isterinya dia memiliki 45 anak, sementara jumlah total putera mahkota dan emir dalam dinasti al-Saudi kini mencapai sekira 5000 – 6000 orang, namun tak seorangpun di antara generasi pertamanya menyalahi ketentuan penyerahan tahta kepada orang yang tertua.

Sesuai ketentuan ini sebanyak enam putera Abdul Aziz telah bertahta silih berganti hingga kemudian tradisi ini berubah di era Raja Salman sekarang. Dia telah memecat saudaranya sebelum kemudian kemenakannyanya dari kedudukan putera mahkota sehingga tradisi pewarisan tahta menjadi mirip dengan tradisi di Eropa.  Salman menyerahkan segala urusan kepada puteranya, Mohammad.

Karena itu Arab Saudi sekarang menanti rentetan kejadian susulan di mana setiap setiap putera mahkota nanti akan dapat mengaku sebagai raja.

Sputnik juga menyebutkan bahwa meskipun negara ini merupakan eksportir minyak terbesar di dunia namun paling terkena imbas anjloknya harga minyak pada tahun 2014, dan para pengamat dari City Group menyatakan bahwa cada

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL