yaman mobil hancurSa’dah, LiputanIslam.com – Jet-jet tempur Arab Saudi dan negara-negara sekutunya masih terus melesat di angkasa Yaman untuk menebar maut secara membabi buta. Dalam peristiwa yang terjadi Kamis kemarin (16/4), jet tempur Saudi menggempur stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota Sa’dah mengakibatkan belasan warga terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka.

KLembaga pemberitaan al-Yaman memberitakan bahwa para korban serangan udara itu adalah warga yang sedang antre di dalam kendaraan mereka untuk mengisi bahan bakar di SPBU. Laporan awal menyebutkan sebanyak 17 warga tewas terbakar. Jumlah korban diperkirakan akan bertambah karena banyak korban luka yang kondisinya parah dan kritis.

Laporan lain dari Alalam menyebutkan bahwa di kota yang sama jet tempur Saudi juga menggempur lokasi persimpangan tiga al-Jabiri mengakibatkan tiga warga tewas dan tiga lainnya cidera. Sebuah pusat perbelanjaan juga tak luput dari gempuran di kota itu, mengakibatkan lima warga tewas, tiga di antaranya anak kecil.

Menurut Alalam, serangan udara Saudi dan sekutunya selama ini juga telah menyebabkan beberapa perkampungan dan penghuninya musnah total di beberapa kawasan, terutama kota Sa’dah. Selain itu, banyak fasilitas vital yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari warga, seperti jaringan distribusi air, juga luluh lantak.

Arab Saudi dan sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu dengan dalih membasmi gerakan Ansarullah (Houthi) yang telah menggulingkan pemerintahan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bersekutu dengan Saudi, namun yang menjadi korban justru warga sipil, termasuk perempuan, anak kecil dan lansia.

Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi mengenai perang Yaman, namun isinya hanya menyudutkan Ansarullah dan kelompok Yaman lain yang bersekutu dengannya. Resolusi itu sama sekali tidak mengecam serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi. (Baca: Dewan Keamanan PBB Keluarkan Resolusi 2216 Usulan GCC Tentang Yaman)

Selain negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), kecuali Oman, tiga negara Arab lain juga terlibat dalam koalisi tersebut, yaitu Mesir, Yordania dan Sudan.

Kamis sore kemarin Sanaa, ibu kota Yaman, kembali dilanda unjuk rasa besar-besaran mengutuk resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL