Aljir, LiputanIslam.com – Pemerintah Aljazair, Ahad (13/5/2018), mengecam “pernyataan tak bertanggungjawab” pemerintah Maroko yang kembali menuduh Iran menyokong kelompok separatis Front Polisario di kawasan Sahara Barat “dengan dukungan” Aljazair.

Pada awal Mei lalu Maroko mengumumkan pemutusan hubungan diplomatiknya dengan Iran sembari menuduh Teheran memberikan bantuan melalui Hizbullah yang berbasis di Lebanon kepada Front Polisario yang didukung Aljazair. Iran dan Hizbullah lantas membantah keras tuduhan itu.

Dalam wawancara dengan majalah Afrika berbahasa Perancis, Jeune Afrique, Ahad, Menlu Maroko Nasser Bourita menuduh Aljazair “menyediakan liputan dan dukungan operasional” untuk pertemuan-pertemuan antara Hizbullah dan Front Polisario yang diselenggarakan di Aljiz, ibu kota Aljazair.

Menanggapi tuduhan ini, Jubir Kemlu Aljazair Abdulazis bin Ali Sharif dalam sebuah statemennya menyatakan, “Bukannya mengajukan bukti-bukti kuat yang katanya ia miliki namun sebenarnya sama sekali tidak ada, Menlu Maroko masih saja berusaha melakukan penyesatan dan kebohongan.”

Dia menegaskan, “Aljazair mengecam keras dan menolak pernyataan tak bertanggungjawab Menlu Maroko mengenai Aljazair… Itu merupakan tuduhan tak berdasar dan tak dapat dibenarkan.”

Dia menambahkan bahwa Aljazair yang dituduh Maroko terlibat dalam destabilisasi Sahara Timur justru mendapat apresiasi internasional.

“Seluruh masyarakat internasional memuji andil besar Aljazair demi stabilitas kawasan itu,” ujarnya.

Sahara Barat merupakan sebuah daerah di bagian barat laut Afrika yang belum merdeka. Di sebelah timur laut, berbatasan dengan Aljazair dan selanjutnya di sebelah utara berbatasan dengan Maroko dan dengan Mauritania di sebelah timur dan selatan.

Selama ini masih dipertikaikan apakah daerah seluas 226,000 kilometer persegi itu merupakan bagian dari Maroko atau milik Republik Demokratik Arab Sahrawi.  Sahara Barat diduduki oleh Maroko, namun pendudukan ini tidakmendapat pengakuan internasional, dan Front Polisario memperjuangkan kemerdekaan daerah ini.

Maroko menguasai 80% kawasan Sahara Barat, sedangkan sisanya dikuasai Front Polisario, dan kedua pihak dipisahkan oleh pagar pembatas dan kawasan isolasi yang diterapkan oleh PBB.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*