GazaCity, LiputanIslam.com –  Sayap militer HAMAS, Brigade Ezeddin al-Qassam, memberi Israel tenggat waktu 1x 24 jam untuk memenuhi tuntutan tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan dalam penjara-penjara Israel.

Juru bicara al-Qassam, Abu Obeida, dalam rekaman suara yang disiarkan oleh channel al-Aqsa milik HAMAS, Selasa (2/5/2017), menegaskan, “Kami mengingatkan musuh untuk tidak mengabaikan tuntutan adil dan sah para tahanan… Kami menegaskan bahwa kami memberi tenggat waktu 24 jam kepada para pemimpin musuh untuk memenuhi tuntutan para tahanan karena jika tidak maka Brigade al-Qassam memutuskan supaya musuh membayar setiap hari penundaan pemenuhan tuntutan mereka.”

Dia menambahkan, “Jika musuh tidak memenuhinya maka kami akan memperbarui daftar-daftar terkait dengan perjanjian pertukaran tahanan dengan menambah 30 tahanan untuk setiap hari penundaan musuh dalam memenuhi tuntutan sah, adil dan manusiawi para tahanan.”

Brigade al-Qassam menyatakan pihaknya menawan empat orang Israel di Jalur Gaza.

Abu Obeida menyerukan kepada penduduk Tepi Barat agar berunjuk rasa hari ini, Rabu (3/5/2017), untuk “menolong para tahanan yang mogok makan di penjara-penjara Israel.”

“Kami menyerukan kepada segenap bangsa kami di Tepi Barat untuk waspada dan mengerahkan segenap upaya pada Hari Amarah demi menolong para tahanan yang berjiwa merdeka Rabu besokdi Ramallah dan di semua gelanggalang Tepi Barat,” serunya.

Sejak 17 April lalu ribuan tahanan Palestina melancarkan aksi mogok makan demi menuntut Israel agar bersikap manusiawi terhadap mereka. Aksi ini dipimpin oleh Marwan Barghouti, anggota Dewan Pusat Gerakan Fatah  yang ditahan Israel sejak tahun 2002.

Menurut pernyataan resmi pihak Palestina, Israel menahan sekira 6500 orang, termasuk 57 perempuan dan 300 anak kecil, di puluhan penjara Israel.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL