liga arab di sharm al-sheikhLondon, LiputanIslam.com –Arab Saudi kecewa berat terhadap Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit sehingga memberi isyarat ancaman akan menghentikan bantuan dana kepada organisasi negara-negara Arab ini jika dia tidak mengubah sikapnya.

Saudi kecewa  karena, menurutnya, Aboul Gheit membaurkan dan tidak membedakan antara pandangan pribadinya yang notabene kebijakan resmi pemerintah Mesir di satu phaki dan pandangan Liga Arab mengenai krisis Suriah di pihak lain.

Kekecewaan ini bahkan mendorong rezim Riyadh beberapa kali melayangkan protesnya kepada sekretariat Liga Arab dengan tema “Pesan Amarah.”

Saudi kecewa lantaran Aboul Gheit membuat pernyataan yang menyudutkan para pakar yang berpendapat bahwa krisis Suriah tak dapat diselesaikan selagi Bashar al-Assad tetap bertahan sebagai presiden Suriah, dan pendapat ini merupakan pendirian Turki, Saudi, Qatar, dan beberapa negara Arab lain. (Baca: Erdogan Mengaku Ingin Gulingkan al-Assad, Ini Tanggapan Rusia, Iran dan Suriah)

Belum lama ini, Aboul Gheit mengatakan, “Tak masalah jika rakyat Suriah  memilih Bashar al-Assad dalam pemilu mendatang… Adalah ilusi belaka anggapan bahwa konflik di Suriah dan Libya dapat dituntaskan secara militer.” (Baca: Sekjen Liga Arab: Al-Assad Bisa Bertahan Sebagai Presiden)

Aboul Gheit menegaskan bahwa krisis Suriah harus diselesaikan dengan membentuk pemerintahan transisi yang melibatkan kelompok-kelompok oposisi serta pihak pemerintah dengan kehadiran al-Assad.

Pernyataan Sekjen Liga Arab ini dinilai Riyadh sebagai sikap lancang dan meremehkan Arab Saudi.

Berkenaan dengan ini, sumber-sumber Mesir dan Saudi mengungkap bahwa Riyadh dalam pesannya ke sekretariat Liga Arab telah memberikan sinyalemen kemungkinan Saudi menghentikan bantuan dananya kepada Liga Arab dan mempertimbangkan kembali rencana pencalonan lagi Aboul Gheit sebagai sekjen organisasi ini di masa mendatang.

Aboul Gheit dipilih sebagai Sekjen Liga Arab pada Maret 2016.

Mesir dan Saudi terlibat perselisihan pendapat tajam dalam beberapa bulan terakhir yang dipicu oleh suara setuju yang diberikan Mesir kepada usulan Rusia di Dewan Keamanan PBB mengenai perang Aleppo. Kejadian ini bahkan membuat Saudi tak segan-segan menghentikan ekspor minyaknya ke Mesir. (mm/alaraby)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL