Riyadh, LiputanIslam.com –  Kerajaan Arab Saudi, Senin (26/3/2018), menuding Iran berada di balik serangan rudal balistik yang dilesatkan oleh gerakan Ansarullah (Houthi) ke beberapa bandara Saudi pada Minggu lalu. Saudi juga mengancam akan membalas Iran “pada waktu dan tempat yang tepat”.

Pernyataan demikian dari Saudi berkenaan dengan perang Yaman bukanlah kali pertama, dan Iran juga selalu membantahnya.

Jubir pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi Kolonel Turki al-Maliki dalam jumpa pers di Riyadh, ibu kota Saudi, menyatakan bahwa rudal diluncurkan oleh Ansarullah itu adalah “rudal Iran” sehingga Saudi “mempertahankan haknya untuk membalas Iran pada waktu dan tempat yang tepat.”

Dia menambahkan bahwa peluncuran itu merupakan “dekadensi yang berbahaya” dan hasil “penyelundupan rudal Iran kepada Ansarullah”. Menurutnya, rudal itu diselundupkan dalam bentuk komponen melalui pelabuhan Hudayda dan bandara Sanaa yang kemudian dirakit di Yaman.

Dia juga menegaskan bahwa pasukan koalisi “akan menempuh semua tindakan untuk menjaga keamanan” Saudi, tanpa menyebutkan bentuk tindakan itu.

Ansarullah meluncurkan rudal ke Saudi sejak 2017 dengan selang waktu yang relatif lama, dan dalam setiap peristiwa peluncuran tersebut  Saudi mengaku dapat menangkisnya dengan sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS), sedangkan Ansarullah mengklaim dapat membidik sasaran dengan tepat.

AS, Inggris, dan Perancis mengecam penembakan rudal Ansarullah pada Ahad lalu.   (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL