Teheran, LiputanIslam.com –  Delegasi perunding nuklir Iran Abbas Araghchi memberi tenggat waktu hingga akhir bulan ini kepada Uni Eropa agar segera menyampaikan usulannya jika memang hendak mempertahankan perjanjian nuklir Iran.

“Uni Eropa harus memenyerahkan paket usulannya paling lambat akhir bulan ini untuk mempertahankan perjanjian nuklir. Jika Eropa tak dapat melakukannya maka Teheran akan kembali ke tahap sebelum perjanjian dan bahkan lebih dari itu,” ujarnya dalam keterangan pers, Ahad (24/6/2018).

Araghchi menambahkan bahwa perjanjian itu sedang mengalami kondisi anomal, namun Iran dan pihak-pihak lain masih berusaha mengembalikannya pada jalurnya yang benar.

Secara terpisah, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengingatkan bahwa jika perjanjian nuklir Iran sampai gagal maka “akibatnya akan sangat berbahaya.”

“Kita dapat berbicara mengenai perjanjian ini dalam bentuk yang baik ataupun buruk, tapi kita harus mengetahui bahwa kegagalan pada perjanjian ini akan menimbulkan akibat-akibat yang sangat berbahaya bagi kami,” ujarnya di hari yang sama tanpa memberikan penjelasan lebih jauh mengenai akibat itu.

Dia menambahkan bahwa jika Presiden Iran Hassan Rouhani digantikan oleh kelompok konservatif maka kondisi demikian tetap tidak akan membaik.

Kelompok konservatif sejak awal menentang perjanjian nuklir dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akhirnya memang berkhianat  dan keluar dari perjanjian nuklir Iran. (mm/alam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*