Amman, LiputanIslam.com –  Sebuah sumber diplomatik Yordania menyatakan bahwa kendala sebenarnya terkait dengan masalah pengembalian Suriah ke Liga Arab terkait dengan persyaratan sejumlah negara Arab yang menuntut peninjauan ulang hubungan Suriah dengan Iran.

Sebagaimana dikutip Sputnik, Kamis (31/1/2019), sumber itu mengatakan, “Negara-negara Arab yang mendukung rezim Suriah, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir, menolak sikap negara-negara Arab lain yang menjadikan pembatasan hubungan rezim Suriah dengan Iran sebagai syarat pengembalian Suriah ke Liga Arab, dan mereka tidak keberatan atas kelanjutan hubungan antara rezim Suriah dan Iran, hal yang ditolak oleh banyak negara Arab yang menganggapnya perlu.”

Sumber itu menjelaskan ,”UEA dan Mesir memimpin pandangan pragmatis yang menilai bahwa permintaan terhadap rezim Suriah agar membatasi atau memutuskan hubungannya dengan Iran adalah sesuatu yang lebih mendekati mustahil, dan karena itu negara-negara Arab lebih baik mensyaratkan hal-hal lain yang dapat dipenuhi oleh rezim Suriah, misalnya bahwa ia harus berkomitmen kepada ketentuan-ketentuan Liga Arab, konsensus Arab, atau menyetujui diskusi ulang mengenai bagaimana Liga Arab dapat berkontribusi dalam upaya menemukan solusi yang cocok dan diterima bagi krisis Suriah.”

Dia menambahkan: “Hal ini tidak diterima oleh banyak negara Arab lain yang percaya bahwa solusinya harus melalui pengubahan sistem politik Suriah atau penegakan kedaulatan hukum di Suriah sebagai awal dari upaya pengurangan pengaruh Iran dengan sendirinya di Suriah. Mereka memandang besarnya peranan Iran di Suriah akan berbenturan dan selalu menjadi kendala bagi keberadaan Suriah di Liga Arab. ”

Menurut sumber itu, persoalan ini dibahas dalam pertemuan para menteri luar negeri Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Mesir dan Yordania di  Amman, Kamis.

Menteri Luar Negeri Yordania dalam keterangan persnya menyebut pertemuan konsultatif para menteri itu tanpa agenda, dan bahwa itu merupakan pertemuan luas yang membahas semua masalah yang harus ditangani untuk mencapai tujuan bersama Arab di bidang keamanan dan stabilitas. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*