Israeli NetanyahuTel Aviv, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa bangsa Palestina dapat mendirikan negara merdeka Palestina dengan syarat mengakui eksistensi rezim Zionis Israel sebagai negara Yahudi. Dia juga kembali mengklaim bahwa orang-orang Palestina melakukan tindakan-tindakan sepihak untuk menghilangkan kesempatan bagi terealisasinya perdamaian.

“Pendirian negara Palestina tidak akan mungkin dapat dilakukan selagi keamanan dan ketentraman Israel belum terjamin, dan negara ini belum diakui sebagai negara Yahudi,” ungkap Netanyahu, sebagaimana dilaporkan The Palestinian Information Center (PIC) dan dikutip IRNA, Selasa (28/10).

Netanyahu kembali menuduh orang-orang Palestina melakukan tindakan sepihak sementara dia sendiri tidak pernah menggubris desakan Palestina dan khalayak dunia supaya menghentikan proyek pembangunan permukiman Yahudi.

Dia bahkan menyatakan bahwa melanjutkan proyek itu di Baitul Maqdis (Jerussalem) dan kawasan sekitarnya sebagai hak Israel, dan karena itu dia mengklaim pula bahwa Baitul Maqdis dan kawasan sekitarnya tetap harus berada dalam kekuasaan Israel dalam semua kesepakatan dengan Palestina.

Sementara itu, anggota Komisi Pusat gerakan Fatah dan kepala delegasi Palestina untuk perundingan gencatan senjata Palestina-Israel, Azzam al-Ahmed, menyatakan bahwa perundingan akan dilanjutkan pada paruh kedua bulan November mendatang. Hal ini dia nyatakan setelah pihak Mesir selaku mediator perundingan mengumumkan penundaan perundingan tersebut.

Al-Ahmed menjelaskan bahwa perundingan yang semestinya dimulai di Kairo Senin (27/10) itu ditunda karena Mesir sedang direpotkan oleh peristiwa kekerasan yang terjadi di Semenanjung Sinai (Baca: Serangan Telak Menimpa Militer Mesir, 31 Tentara Tewas dan Kontak Senjata di Mesir, 28 Orang Tewas) yang kemudian disusul dengan penutupan pintu perbatasan Rafah yang merupakan jalur akses antara Mesir dan Jalur Gaza.

Sebelumnya, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan penutupan pintu perbatasan Rafah sembari menuduh kelompok-kelompok Palestina, termasuk Hamas, terlibat dalam serangan terhadap tentara Mesir di Sinai. Tuduhan ini dibantah oleh Hamas. Sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa perundingan Palestina-Israel dengan mediasi Mesir di Kairo ditunda demi menghindari tatap muka pemerintah Mesir dengan Hamas. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL