Teheran, LiputanIslam.com –  Jubir Kemlu Iran Bahram Qasemi menyatakan bahwa beberapa minggu lagi Teheran akan menyatakan sikapnya apakah akan tetap mempertahankan perjanjian nuklirnya atau tidak.

“Komisi gabungan yang berkepentingan dengan perjanjian nuklir akan mengadakan pertemuan besok (Jumat, 25/5/2018) di Wina tanpa AS untuk pertama kalinya,” ungkap Qasemi, Kamis (24/5/2018).

Dia menjelaskan bahwa komisi ini akan menentukan sejauhmana negara-negara Eropa dapat memberi jaminan kepada Iran untuk memanfaatkan perjanjian nuklir, dan Iran akan menuntut sepenuhnya haknya dalam perjanjian ini.

Menurutnya, perundingan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif di Cina, Rusia, dan Belgia membuahkan hasil positif, motivatif, dan semua pihak konsisten kepada hak Iran dalam perjanjian nuklir.

Qasemi mengatakan bahwa dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung tanpa AS pada hari Jumat itu akan dipelajari sejauh mana Eropa dapat memberikan jaminan untuk kepentingan Iran.

“Dan dalam beberapa pekan mendatang kami akan mengumumkan sikap kami apakah akan bertahan pada perjanjian ini atau tidak,” imbuhnya.

Qasemi menilai keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran sebagai kesalahan strategi yang fatal akibat pengaruh Rezim Zionis Israel.

“Keputusan AS keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran merupakan kesalahan fatal dan terjadi akibat tekanan para Zionis…  AS tidak menduga bahwa Iran akan bersikap logis dan bijak. Karena itu, pengetahuan Iran akan kebijakan AS memungkinkan Iran untuk mengambil keputusan terbaik, dan perjanjian nuklir dengan negara-negara Eropa masih ada,” terangnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*