pesawat rusia jatuh di mesirKairo, LiputanIslam.com – Rusia dan Mesir sama-sama menepis kemungkinan pesawat penumpang Airbus A-321 milik maskapai Rusia jatuh di Sinai, Mesir, akibat serangan teroris, namun penyeledikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan pesawat yang menewaskan 217 penumpang dan tujuh kru tersebut.
Untuk memastikan kecelakaan ini bukan akibat serangan teroris, pemerintah Mesir menyatakan Rusia dapat menyertakan tim ahlinya dalam penyeledikan, dan kotak hitam pesawat nahas itu sudah ditemukan.

Reuters memberitakan bahwa sumber keamanan di Sinai utara mengatakan, pemeriksaan awal lokasi jatuhnya pesawat menunjukkan jika pesawat tersebut jatuh karena kesalahan teknis.

Di pihak lain, Rusia juga menyatakan skenario serangan teroris tidak mungkin benar.

Keputusan segera tiga maskapai Emirates, Lufthansa dan Air France menghentikan sementara waktu penerbangannya di atas Semenanjung Sinai mendorong Mesir untuk berusaha memastikan penyebab jatuhnya pesawat milik maskapai Rusia, Kogalymavia, tersebut untuk menyudahi dugaan-dugaan faktor terorisme.

Sabtu lalu (31/11) beberapa media Barat segera menghubungkan kecelakaan itu dengan kondisi Semenanjung Sinai yang sejak dua tahun silam menjadi sarang kegiatan kawanan bersenjata sehingga tentara dan polisi Mesir terus mengembangkan operasinya di kawasan itu.
Kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS di Sinai yang mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu.

Sebuah rekaman video yang tak jelas keasliannya beredar dan disebut-sebut bahwa dalam rekaman terlihat ada indikasi pesawat yang sebagian besar penumpangnya adalah turis itu jatuh akibat dihantam roket. Karena itu, dugaan mengenai kemungkinan pesawat itu jatuh akibat serangan teroris kian membengkak dan menambah keresahan Kairo dan Moskow karena turis Rusia yang melancong ke Mesir tercatat mencapai sekitar 2 juta orang pertahun.

Presiden Rusia Vladimir Putin sudah menginstruksikan pembentukan tim ahli untuk menyelediki penyebab terjadinya kecelakaan besar itu.

Menurut media Rusia, rekaman pesan yang terkirim menunjukkan adanya permohonan mendarat darurat di Bandara Larnaca, Cyprus, namun pesawat itu tiba-tiba hilang dan jatuh sebelum sempat diambil tindakan terkait permohonan itu.

Airbus A-321 terjatuh tak lama setelah lepas landas dari resor Sharm el-Sheikh di Laut Merah menuju St Petersburg, Rusia, Sabtu lalu (31/10).

Pihak otoritas penerbangan Rusia Rosaviatsiya dalam statemennya menyatakan penerbangan 7K 9268 meninggalkan Sharm el-Sheikh pada Sabtu pukul 06.51 waktu Moskow (03:51 GMT) dan dijadwalkan akan tiba di bandara Pulkovo, St Petersburg pukul 12.10.

Tim pencari menemukan pesawat itu jatuh di kawasan pegunungan terpencil dekat kota pantai Al Arish, Sinai Utara.

Menurut Reuters, seorang petugas penyelamat Mesir menyebut pesawat patah menjadi dua keping. Patahan kecil di ujung ekor terbakar dan patahan yang lebih besar menghantam batu besar.

Sejak Uni Soviet bubar pada tahun 1991, Rusia mengalami lebih dari 100 kecelakaan pesawat terbang dengan korban 2660. Jatuhnya Airbus A-321 di Sinai tergolong kecelakaan udara Rusia yang paling banyak korbannya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL