mui-kh-muhyiddin-junaidiJakarta, LiputanIslam.com —  Ketua MUI Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Muhyidin Junaidi mengingatkan kaum Muslimin Indonesia agar berhati-hati dan jangan mau diadu domba dalam kasus serangan milisi rudal Houthi ke Bandara King Abdulaziz, Jeddah.  Hal tersebut disampaikan Muhyidin dalam sebuah keterangan di Jakarta pada hari Ahad (30/10).

Sebagaimana yang dikutip Republika, Muhyiddin menekankan perlunya ummat Islam untuk memastikan apakah tudingan Saudi itu benar bahwa rudal balistik scud Houthi ditujukan ke Makkah. Ia mengatakan, “Tapi nampaknya serangan itu tidak mungkin diarahkan ke Kabah, meski beritanya menyebutkan rudal jatuh 65 kilometer dari Makkah.”

Bagi Muhyidin, Indonesia sebagai inisiator gerakan nonblok, tentu ingin Saudi dan Iran menghentikan perang. Menurutnya, Saudi adalah perpanjangan tangan AS, dan Iran didukung Rusia. “Kompleks kalau membicarakan ini. Tapi umat Islam jangan mau diadu domba,” kata Muhyiddin.

Seperti ramai diberitakan, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim milisi Ansarullah (Houthi) Kamis lalu (27/10) melesatkan rudal balistik dari Yaman ke arah Mekkah al-Mukarramah namun pasukan koalisi berhasil mencegat dan merontokkan rudal itu di lokasi berjarak 65 km dari kota paling suci di muka bumi ini.

Organisasi Ikatan Ulama Yaman, Rabitah al-Ulama al-Yaman, juga telah membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah yang kejam. “Para alim ulama Yaman telah mengikuti dengan penuh takjub serangan propaganda sensasional, kebohongan nyata, dan kedustaan besar yang disebar luaskan oleh media negara-negara agresor itu. Media itu menebar klaim palsu dan fitnah bahwa bangsa (Yaman)  -yang dikenal yang bijaksana, beriman, dan disaksikan oleh sejarah sebagai bangsa yang berakhlak tinggi dalam keadaan damai maupun perang ini- berusaha membidik kiblatnya yang mulia, Kaabah, dan tempat-tempat suci Islam,” demikkian bunyi statemen Rabitah al-Ulama al-Yaman.

Setelah sempat memicu sentimen anti milisi Houthi, tuduhan Arab Saudi itu mulai menuai bantahan dari banyak pihak. Kementerian Luar Negeri Inggris, seperti dikutip Televisi Al-Mayadeen, menegaskan bahwa Rudal Scud yang ditembakkan oleh Yaman menargetkan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, bukan kota Mekkah.

Kesimpulan tersebut tak lepas dari kesan absurd klaim Arab Saudi. Jarak Mekah ke perbatasan Yaman itu sekitar 590 kilometer. Sedangkan jarak Jeddah ke perbatasan Yaman sekitar 662 km.  Dengan demikian, Jeddah itu 72 kilometer lebih  ke utara dibandingkan Mekkah.  Tak mungkin rudal itu membidik sasaran yang lebih dekat, tapi dicegat di tempat yang lebih jauh. (ot/republika/mayadeen)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL