iran saudi00Washington, LiputanIslam.com –  Saudi Arabia akan berusaha meraih senjata nuklir apabila upaya para diplomat negara-negara terkemuka dunia gagal mencegah “ambisi nuklir” Iran. Demikian dikatakan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS) Pangeran Mohammed bin Nawwaf bin Abdulaziz al-Saudi.

Dalam wawancara dengan The Telegraph yang dilansir Senin (8/6) dia mengatakan negaranya berharap negosiasi yang diatur oleh Presiden AS Barack Obama dapat menghasilkan kesepakatan yang “kedap” dengan Iran, tapi jika harapan ini tak terpenuhi maka Saudi akan menempuh “segala opsi yang tersedia di atas meja.”

Perundingan nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia yang tergabung dalam P5+1, yaitu AS, Inggris, Perancis, Rusia dan Tiongkok (lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB) dan Jerman, sudah mendekati babak final pada bulan Juni ini.

Para diplomat berusaha menekan Iran supaya menghentikan bagian-bagian kunci pada program pengayaan uraniumnya sebagai syarat untuk meredakan badai sanksi Barat yang menghantam perekonomian Iran.

“Kami memuji upaya presiden AS dalam hal ini, dengan ketentuan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai adalah kedap dan bukan jenis kesepakatan yang menawarkan Iran lisensi untuk melanjutkan kebijakan asing mendestabilisasi di kawasan itu,” papar Mohammed bin Nawwaf.

Dia menyatakan negaranya sangat berharap Iran dapat memberikan jaminan tidak akan berusaha membuat bom nuklir.
“Tapi jika ini tak terpenuhi maka semua opsi akan tersedia atas meja bagi Arab Saudi,” katanya.

Dia menambahkan, “Program nuklir Iran merupakan ancaman bagi semua kawasan, dan merupakan sumber utama dan insentif bagi pengembangan nuklir di Timur Tengah, termasuk Israel.”

Selama ini Saudi diyakini telah menutupi 60 persen dana program nuklir Pakistan sehingga diyakini pula bahwa Saudi akan dapat dengan mudah membeli hulu ledak nuklir dari Pakistan.

Harian Independent belum lama ini melaporkan pernyataan seorang diplomat AS yang tak disebutkan namanya bahwa Riyadh selaku donatur program nuklir Pakistan pernah membuat agenda pembelian senjata nuklir dari Islamabad.

Pemerintah Teheran sendiri berulangkali menepis kecurigaan banyak pihak bahwa Iran memperkaya uranium dengan tujuan membuat bom nuklir. Teheran menegaskan bahwa proyek nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, sedangkan senjata pemusnah massal, apalagi sekejam bom nuklir, tidak ada dalam doktrin pertahanan Iran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL