Moskow, LiputanIslam.com –  Badan intelijen Rusia menegaskan keharusan menyodorkan bukti sebelum melontarkan tuduhan kepada negara manapun terkait dengan insiden serangan yang menerjang kilang minyak Aramco milik Arab Saudi.

Kepala badan intelijen Rusia Sergey Naryshkin dalam jumpa pers, Senin (23/9/2019), mengingatkan bahwa asal main tuduh adalah tindakan yang tak dapat diterima.

“Kami tentu mengecam aksi (serangan) demikian, tapi harus ada pengajuan bukti meyakinkan dan obyektif untuk tuduhan.   Sekedar melontarkan pernyataan dengan menuduh negara ini dan itu, atau suatu gerakan, atau suatu kekuatan, tidaklah bisa diterima,” ujar Naryshkin.

Ahad lalu Inggris menuding Iran bertanggungjawab atas insiden serangan ke Aramco yang terjadi pada 14 September lalu itu, dan Senin kemarin Inggris melontarkan tuduhan itu lagi, namun kali ini bersama Jerman dan Prancis di sela Majelis Umum PBB di New York.

Baca: Inggris, Jerman, dan Prancis Sebut Iran Bertanggungjawab atas Insiden Aramco

Sabtu lalu Riyadh mengumumkan keberhasilannya mengendalikan kebakaran yang terjadi di kilang minyak Abqaiq dan Khuraish milik perusahaan nasional Saudi, Aramco.

Baca: Iran Tuntut Inggris Berhenti Jual Senjata ke Saudi

Kebakaran besar itu terjadi akibat serangan drone dan rudal. Gerakan Ansarullah di Yaman mengaku bertanggungjawab atas serangan ini, namun AS, Saudi, dan negara-negara Eropa tersebut tetap bersikukuh menyatakan Iranlah yang bertanggungjawab, sementara Iran sendiri membantahnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*