Moskow, LiputanIslam.com –   Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan bahwa kesabaran ada batasnya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di wilayah Ghouta Timur, karena mereka yang beracokol di pinggiran Damaskus tersebut terus menyerang ibu kota Suriah ini tanpa pandang bulu.

Setelah kehilangan kontrolnya atas banyak wilayah Suriah sebagian besar militan yang didukung pihak-pihak asing itu terkonsentrasi di Ghouta Timur, dan kini mereka masuk ke satu tahap paling mematikan dalam konflik Suriah yang sudah berlangsung sekian tahun.

“Seperti diketahui – dalam hal apapun, kami di Rusia cukup baik mengetahui hal ini- beberapa serangan menerjang bahkan di wilayah kedutaan dan misi perdagangan Rusia. Apakah kita akan mentolerir ini tanpa batas waktu? Tentu saja, tidak,” kata Putin dalam sebuah Konferensi pers, Rabu (28/2/2018), yang dilanjutkan dengan pembicaraan dengan Kanselir Federal Austria Sebastian Kurz di Moskow.

“Pengeboman dari sana terus berlanjut. Dalam beberapa hari ini serangan rudal dan mortir mencapai 50-60,” lanjutnya.

Putin menjelaskan bahwa beberapa kelompok ekstrimis yang bercokol di Ghouta Timur telah tercantum dalam daftar hitam, dan operasi militer terhadap mereka akan terus dilakukan berdasarkan resolusi terbaru Dewan Keamanan PBB.

Dewan Keamanan PBB belum lama ini mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di Suriah “tanpa penundaan” untuk memungkinkan akses bantuan dan evakuasi medis di daerah yang dilanda konflik. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL