Senjata hasil sitaan dari kawanan teroris di Suriah.

NewYork, LiputanIslam.com –  Wakil Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vassily Nebenzia memastikan bahwa sisa-sisa anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masih terus menerima dana dan pasokan senjata dari luar.

“Bukti masih menumpuk bahwa senjata terus diselundupkan (ke ISIS di Suriah) dari luar, termasuk melalui organisasi semi-legal atau bahkan di bawah perlindungan layanan keamanan dari negara lain,” kata Nebenzia kepada PBB pada hari Kamis lalu (23/8/2018).

Dia mengatakan Moskow berharap dapat memiliki “diskusi yang bermakna” mengenai upaya mengakhiri praktik jahat ini dalam konferensi internasional mengenai perang terhadap perdagangan gelap senjata yang akan diselenggarakan di Moskow pada 3-4 September mendatang.

“Selain itu, IS (ISIS) terus menerima dana dari sponsor luar, bertindak di bawah kedok dana amal, organisasi keagamaan dan struktur non-pemerintah lainnya,” lanjut Nebenzia.

Menurutnya, meski ISIS sudah kehilangan pijakannya dan sumber penghasilan utamanyapun lumpuh karena tentara Suriah kembali menguasai sebagian besar wilayah negara ini, namun kelompok teroris berfaham Salafi/Wahabi itu masih terus merepresentasikan ancaman yang cukup besar.

Dia mengingatkan, “Militan IS (ISIS) sering menyeret anak di bawah umur untuk melakukan aksi teror, termasuk anak-anak remaja dari usia 12 tahun. Sangat mungkin frekuensi serangan teroris, terutama di daerah Idlib, dapat meningkat.” (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*