Nazaret, LiputanIslam.com – Untuk kedua kalinya dalam enam bulan terakhir Turki menjadi tuan rumah sidang luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan Jumat kemarin (18/5/2018) sidang persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI telah dimulai di kota Istanbul untuk mengecam serangan Israel yang menggugurkan 60-an orang Palestina  dan melukai 3000-an orang lainnya di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14-15 Mei lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah beberapa kali menunjukkan kemarahannya atas kekejaman itu, menuding Israel telah melakukan “genosida”, dan menyebut nya“negara rasis” hingga terjadi krisis dalam hubungan diplomatik Turki dengan Israel.

Pada Desember tahun lalu Turki juga menjadi tuan rumah KTT luar biasa OKI untuk mereaksi keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memindah Kedubesnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerussalem) yang berarti pengakuan bahwa al-Quds adalah ibu kota Israel.

Beberapa hari lalu Erdogan berjanji bahwa OKI yang terdiri atas 57 negara Islam akan membuat “pesan kuat kepada dunia”. Hanya saja, sebagaimana sidang pada tahun 2017, perselisihan antar sebagian negara anggota OKI, terutama Iran dan Arab Saudi, membuat OKI berkemungkinan tidak akan menghasilkan sesuatu yang lebih dari sebatas kecaman terhadap AS dan Israel.

Berbeda dengan Iran yang keras terhadap Israel, Arab Saudi justru tampak semakin lunak dan bahkan kompromistis dengan Israel bersamaan dengan menguatnya pengaruh Mohammad bin Salman selaku putra mahkota Arab Saudi. Karena itu, dalam sidang OKI kali ini pun Saudi dan sekutunya di Teluk Persia tidak akan tertarik kepada keputusan-keputusan yang keras terhadap AS dan Israel. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*