israel shin betBaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel Jumat kemarin (21/11) menyatakan bahwa tiga orang Palestina yang ditangkap dengan tuduhan berusaha membunuh Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, adalah anggota Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas.

Sebagaimana diberitakan Reuters dari Baitul Maqdis, para pejabat keamanan Israel mengatakan bahwa tiga orang Palestina bermaksud menembakkan granad berpeluncur roket (RPG) ke arah konvoi mobil Lieberman yang sedang bergerak menuju rumahnya di permukiman Zionis Nukdim, Tepi Barat.

Menurut mereka, upaya pembunuhan itu terungkap dalam peristiwa invasi militer Israel ke Gaza yang berlangsung 51 hari sejak Juli hingga Agustus lalu.

Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, dalam sebuah statemennya menyatakan bahwa tiga dari empat orang yang ditangkap adalah anggota Hamas, dan dalam pemeriksaan mereka mengaku berusaha membunuh Lieberman sebagai pesan bagi Israel agar mengakhiri agresinya ke Jalur Gaza.

Hamas sendiri belum menunjukkan reaksi lebih jauh tentang ini. Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri hanya berkomentar, “Kami tidak memiliki informasi tentang ini, tapi yang jelas ialah bahwa para petinggi rezim penjajah al-Quds (Baitul Maqdis) adalah pihak yang bertanggungjawab atas pembunuhan anak-anak kecil dan kaum perempuan serta penodaan terhadap kehormatan tempat-tempat suci sehingga merupakan sasaran yang sah bagi perlawanan (muqawamah).”

Menurut keterangan Shin Bet, empat warga Palestina itu tinggal di dekat permukiman Zionis Nukdim. Empat orang itu mengintai konvoi mobil Lieberman dan berusa menyerangnya dengan RPG.

Sementara itu, beberapa kawasan Tepi Barat, termasuk Baitul Maqdis dan al-Khalil, Jumat kemarin diwarnai bentrokan antara pasukan Zionis dan massa Palestina yang mengadakan aksi longmarch “Hari Amarah Demi al-Aqsa” untuk menandai penolakan mereka terhadap pendudukan Israel atas Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsa.

Alalam melaporkan bahwa seberapa orang Palestina menderita luka-luka terkena tembakan peluru karet dalam bentrokan yang terjadi setelah massa turun ke jalan-jalan di kota al-Khalil usai shalat Jumat sesuai seruan Hamas.

Menurut kepala komplek Masjid al-Aqsa, di Kota Lama Baitul Maqdis ada sekitar 37,000 hingga 40,000 massa turun ke jalan menuju tempat suci di mana kaum pria mendirikan shalat di Masjid al-Aqsa sementara kaum perempuan di Masjid Qubah al-Sakhrah.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, pada Jumat kemarin untuk kedua kalinya Israel membiarkan jamaah Palestina berdatangan ke Masjid al-Aqsa tanpa batasan usia sehingga warga Palestina di bawah usia 50 tahun dapat mengikuti shalat Jumat setelah sebelumnya dilarang sejak lima tahun silam. (Baca juga:Lagi, Israel Tidak Memberlakukan Batasan Usia Jamaah Shalat Jumat Masjid al-Aqsa )

Warga Palestina bergembira atas pencabutan pembatasan itu. Namun demikian mengaku tetap tidak akan terkecoh oleh melunaknya Israel masalah Masjid al-Aqsa yang menjadi faktor utama memanasnya situasi di Baitul Maqdis dan Tepi Barat secara umum. Sebagian mereka masih khawatir terhadap kemungkinan situasi masih akan terus memburuk. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL