sunni syiahRamadi, LiputanIslam.com –  Untuk pertama kalinya sejak Ramadi berhasil dibebaskan oleh pasukan Irak dari tangan kawanan teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) , ibu kota provinsi Anbar, Irak barat, itu dimeriahkan oleh simbol persatuan Islam dalam bentuk shalat jumat bersama kaum Muslim Sunni dan Syiah.

“Shalat Jumat ini diikuti oleh beberapa pejabat setempat, para komandan militer dan keamanan serta penduduk Ahlussunnah dan Syiah,” ujar Adzal al-Fahdawi, anggota dewan perwakilan rakyat daerah Anbarkepada al-Sumaria News,  Jumat (5/2).

Shalat Jumat bersama Sunni-Syiah sebagai simbol persatuan umat Islam Irak itu digelar di Masjid Agung Ramadi.

Irak merupakan negara yang paling terdera oleh praktik-praktik kotor berupa adu domba Sunni dan Syiah. Di Negeri 1001 Malam ini tak jarang masjid Sunni dan masjid Syiah menjadi sasaran serangan teror bom agar keduanya bermusuhan dan Irakpun terbelah oleh isu sektarian.

Namun banyak kalangan memastikan bahwa pelakunya bukanlah kaum Sunni maupun kaum Syiah sejati dan tulen, karena sudah sekian abad keduanya hidup rukun dan damai yang bahkan terikat hubungan tali perkawinan satu sama lain, dan baru diterjang isu konflik Sunni dan Syiah setelah pasukan Amerika Serikat dan sekutunya menduduki negara ini.

Juru bicara operasi gabungan pasukan Irak pada tanggal 28 Desember 2016 mengumumkan Ramadi bebas sepenuhnya dari cengkraman ISIS.

Proses pembebasan kota yang mayoritas penduduknya bermazhab Sunni itu berlangsung cukup alot karena ISIS tidak memperkenankan penduduknya mengungsi ke luar kota, sehingga pasukan Irak menghadapi banyak kesulitan demi meminimalisir jatuhnya korban jiwa di pihak warga sipil yang dijadikan tameng hidup oleh kawanan teroris yang dikenal paling brutal dan ganas tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL