iraq mosul03Baghdad, LiputanIslam.com – Militan yang menamakan dirinya Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan mulai meninggalkan kota Mosul yang sebagian besar wilayahnya telah mereka duduki sejak 10 Juni lalu.Mengutip lembaga pemberitaan Nun, FNA memberitakan bahwa pasukan Irak Ahad (29/6/2014) sudah menggempur gerbang-gerbang kota Mosul untuk merebut kembali kota kedua terbesar di Irak tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa gerbang-gerbang al-Hamdania, al-Salamia, al-Hawi serta kawasan al-Namrud, al-Karam, al-Mawfiqia, Shanaf dan Kanhash berhasil dibebaskan sepenuhnya oleh pasukan Irak. Pasukan Irak terus meringsek masuk ke dalam kota, mengakibatkan milisi ISIS kocar-kacir dan mulai meninggalkan kota Mosul.

Sementara itu, juru bicara kantor panglima angkatan bersenjata Irak, Mayjen Qassim Atta, mengumumkan bahwa sepanjang Sabtu (28/6/2014) tak kurang dari 142 militan tewas dan 51 kendaraan mereka hancur digempur pasukan Irak yang didukung pasukan relawan.

Dia juga menyebutkan bahwa pasukan Irak telah melakukan sebanyak 102 kali penerbangan untuk memantau dan menggempur posisi-posisi militan.

Menurutnya, Universitas Tikrit yang sebelumnya menjadi sarang dan kubu pertahanan ISIS kini sudah bersih sepenuhnya dari militan.
Dia juga menjelaskan bahwa pasukan Irak telah menyisir ratusan bom yang dipasang militan di sepanjang jalan dari Samarra menuju Tikrit. Jalur ini sekarang sudah aman sepenuhnya sebagaimana jalur Baghdad-Tikrit. Semuanya juga sudah bersih dari “noda teroris”.

“Sasaran kami selanjutnya adalah kawasan Mansuria di sebelah timur kota Baquba,” ujar Atta. Dia menambahkan bahwa kawasan Dala Abbas, 40 km timur Baquba, dan semua desa di sekitarnya juga sudah steril dari militan. Di kawasan itu sebanyak 12 militan tewas diserang angkatan udara Irak dan pasukan relawan.

Laporan lain dari al-Alam memberitakan bahwa ISIS telah membunuh Syekh Abdul Salam Mohammad, imam Masjid Nabi Yunus as. Keterangan Barham al-Tha’i, anggota parlemen Mosul, yang dikutip al-Alam mengatakan bahwa Syekh Abdul Salam dieksekusi karena menolak penyerahan masjid itu kepada ISIS serta menentang pengusiran warga Kristen dari provinsi Ninawa.

Di bagian lain, beberapa media Barat, termasuk World Tribune, menyebutkan bahwa perang kekuasaan antara ISIS dan loyalis partai Baath terguling semakin sengit. Kedua pihak yang semula bergabung untuk menduduki berbagai kawasan utara Irak itu sekarang terus terlibat kontak senjata dan aksi saling usir di berbagai wilayah Kirkuk. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL