Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah  mengancam akan mengobarkan perang penghabisan terhadap kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di dua sisi perbatasan Lebabon-Suriah.

Ancaman ini dia kemukakan melalui TV al-Manar milik Hizbullah, Jumat (4/8/2017),  beberapa hari setelah Hizbullah berhasil mengalahkan kelompok teroris Jabhat al-Nusra dan menghalaunya dari kawasan Arsal yang juga terletak di wilayah perbatasan Lebanon-Suriah.

Sembari mengingatkan bahwa gempuran Hizbullah akan telak bagi ISIS, Sayyid Nasrallah memberi tenggat waktu beberapa hari bagi ISIS untuk negosiasi dan menjelaskan nasib sembilan tentara Lebanon yang diculik ISIS sejak musim panas 2014.

“Berakhirnya keberadaan ISIS di Jaroud Arsal merupakan kemaslahatan bagi Lebanon maupun Suriah, dengan demikian front ini akan satu… Penentuan waktu perang akan ada di tangan tentara Lebanon, karena di sisi lain tentara Suriah dan Hizbullah sudah siap,” tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa  “tentara Lebanon akan bertempur di wilayah Lebanon,” tapi di saat yang sama “akan dibuka pula front Suriah anti ISIS…  dan jika front ini sudah terbuka dari dua arah maka ini akan mempercepat kemenangan, dan akan meminimalisir beban bagi semuanya.”

Nasrallah memastikan bahwa sudah ada “keputusan final dan tuntas” di Lebanon dan Suriah mengenai pertempuran ini.

Menurutnya, ISIS menguasai kawasan seluas 296 kilometer persegi yang sebagian di antaranya terletak di Lebanon timur seluas 141 kilometer persegi, dan sisanya terletak di Suriah.

“Saya katakan kepada ISIS, orang-orang Lebanon dan Suriah akan mendatangi kalian dari semua arah dan di semua garis kontak. Perang ini menentukan dan kalian tentu akan kalah,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Gunakan akal kalian baik-baik, karena pada akhirnya masih ada pintu negosiasi yang bisa dibuka, meskipun persyaratannya bisa jadi akan berbeda, karena ada persoalan yang fokus bernama tawanan tentara Lebanon dan pasukan keamanan. Berkas ini akan ditangani dengan negosiasi atau medan pertempuran, akan terselsaikan dan kalian akan mengetahui hasilnya. “

Pada tahun 2014 terjadi pertempuran sengit tentara Lebanon melawanan kelompok teroris Jabhat al-Nusra dan ISIS yang datang dari Suriah. Pertempuran ini berlangsung beberapa hari dan berakhir dengan terusirnya teroris dari kawasan itu namun mereka menyandera sejumlah tentara Lebanon.

Pasukan Hizbullah pada tanggal 21 Juni mulai menggelar operasi militer di kawasan Arsal dan berhasil mengalahkan Jabhat al-Nusra hingga kemudian dicapai kesepakatan yang mengharuskan relokasi hampir 8000 orang, termasuk kawanan teroris Jabhat al-Nusra beserta keluarganya, dari Arsal ke Idlib, Suriah. Delapan orang tawanan Hizbullah juga sudah dibebaskan oleh Jabhat al-Nusra sesuai perjanjian tersebut.

Operasi militer Hizbullah yang didukung tentara dan rakyat Lebanon ini berhasil membebaskan sekira 100 kilometer persegi kawasan Lebanon dari pendudukan kawanan teroris Jabhat al-Nusra sehingga menjadi satu langkah besar dalam penumpasan terorisme. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL