iraq mosul04Baghdad, Liputan Islam.com – 17 militan tewas akibat kontak senjata antarsesama milisi ekstrim di Irak, yaitu kelompok Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) melawan kelompok bersenjata tarekat Naqsyabandiah di wilayah provinsi Kirkuk. Sedangkan di provinsi Diyala, polisi Irak kembali menemukan senjata buatan Israel.

Sumber keamanan Irak, seperti dilaporkan al-Alam Ahad (22/6/2014), menyebutkan bahwa kontak senjata itu terjadi setelah kelompok Naqsyabandiah menolak menyerahkan senjata dan berbaiat kepada ISIS.

Sebelumnya, militan Naqsyabandiyah sebelum ikut menyerang dan menguasai kota Mosul bersama ISIS. Namun belakangan ISIS terlibat konflik dengan berbagai kelompok militan lain, termasuk militan anggota tarekat Naqsyabandiyah dan kelompok loyalis partai terguling Irak, Baath. ISIS juga dikabarkan gusar karena di Mosul kelompok loyalis Baath itu banyak memajang poster diktator Irak terguling Saddam Hossein dan menolak berbaiat kepada ISIS.

Sumber itu menambahkan bahwa para korban tewas itu adalah delapan anggota ISIS dan 9 anggota Naqsyabandiyah. Mereka baku tembak di kawasan Tar al-Baghal, distrik al-Huwajah, provinsi Kirkuk. Pertempuran antara keduanya merebak hingga ke wilayah al-Zab dan al-Abbasi.

Sementara itu, kepolisian provinsi Diyala menyatakan pihaknya telah menemukan senjata buatan Israel jenis BKC di berbagai kawasan provinsi ini. Senjata-senjata buatan Zionis itu ditemukan dari para anggota ISIS yang tewas di kawasan al-Adim dan kawasan sekitar al-Miqdadiyah dan al-Mafraq. Negara asal senjata itu diketahui setelah berbagai jenis senjata yang disita dari militan ISIS itu diperiksa oleh para ahli di bidang senjata.

Kamis 19 Juni lalu sumber keamanan Diyala juga menyatakan bahwa pasukan Irak telah menemukan senjata buatan Israel yang ditinggal kabur oleh militan ISIS bersama beberapa mobil dan bahan peledak mereka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL