Sanaa, LiputanIslam.com –  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan udara terbaru Arab Saudi terhadap Yaman yang menewaskan sedikitnya 12 warga sipil , termasuk anak-anak. PBB menyebut serangan udara ini  contoh  “kebrutalan” dan “pengabaian” keamanan warga sipil dalam konflik Yaman.

“Semua pihak dalam konflik ini terus menunjukkan ketidakpedulian terhadap perlindungan warga sipil dan prinsip pembedaan antara warga sipil dan kombatan dalam melakukan permusuhan,” kecam Koordinator Kemanusiaan PBB di Yaman,  Jamie McGoldrick, Minggu (6/8/2017).

Hal ini dinyatakan McGoldrick dua hari setelah tiga wanita dan enam anak kecil dalam satu keluarga tewas di rumah mereka terkena serangan udara Saudi di provinsi Sa’ada, barat laut Yaman.

Kepala departemen kesehatan setempat, Dr. Abdel-Ilah al-Azzi, mengatakan serangan Jumat dini hari itu menarget rumah keluarga Taha al-Dharafi di distrik Mahda di pinggiran barat daya kota Sa’ada, 240 kilometer utara Sana’a, ibu kota Yaman, dan juga telah menyebabkan tiga orang menderita luka-luka.

Tiga orang lain juga terbunuh dalam serangan udara Saudi pada kendaraan pribadi di provinsi Yaman yang sama.

Sementara itu, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Yaman, Ahmed Bin Lassoued, menyebut blokade udara dan laut aliansi Arab pimpinan Saudi terhadap  Yaman sebagai salah satu penyebab utama  bencana kemanusiaan di Yaman. Menurutnya, tindakan ini telah mengganggu impor dan ekspor makanan, bahan bakar, pasokan medis, dan bantuan kemanusiaan.

Bulan lalu PBB mengumumkan lebih dari 17 juta orang di Yaman mengalami rawan pangan dengan kondisi 6,8 juta di antaranya sangat rawan pangan dan membutuhkan bantuan segera.

PBB menekankan bahwa konflik Yaman telah menyebabkan 18,8 juta orang membutuhkan bantuan, termasuk 10,3 juta yang membutuhkan bantuan segera demi menyelamatkan atau mempertahankan hidup mereka.

Arab Saudi tak henti-hentinya menggempur Yaman sejak Maret 2015 dengan dalih demi memulihkan pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi yang bersekutu dengan Riyadh, dan untuk melemahkan milisi  Ansarullah (Houthi).

Tujuan Saudi itu sampai sekarang tetap kandas meskipun telah menghamburkan banyak dana dan merenggut nyawa lebih dari 12.000 orang yang sebagian besar warga sipil. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL